SATUKANAL.COM
Pokdakan Desa Putih Sukses Terapkan Sistem Mina Padi
Ketua Pokdakan Memberi makan ikan di mina padi
ADVERTORIAL BERITA EKONOMI HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pokdakan Desa Putih Sukses Terapkan Sistem Mina Padi

SATUKANAL, KEDIRI – Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mulya Jaya binaan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berhasil menerapkan sistem mina padi memanfaatkan lahan banjir di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Sistem mina padi ini adalah bentuk usaha gabungan antara  pertanian dan budi daya ikan, dengan memanfaatan tanaman padi dan genangan air sawah untuk budidaya ikan.

Ahmad Riyanto, Ketua Pokdakan Mina Jaya mengatakan, ide mina padi diterapkan di lahannya lantaran sering ada banjir di lokasi tersebut.

“Selalu kalau musim penghujan enggak pernah panen padi, akhirnya kita manfaatkan untuk sistem mina padi. Alhamdulillah kita dibina oleh Dinas. Akhirnya di dukung dan diberi wawasan untuk ikut Pelatihan-pelatihan mina padi diluar kota seperti Pasuruan, Bondowoso, dan Banyuwangi,” kata Ahmad, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga :  Gubernur Jatim ke Kediri Bagikan Masker dan Sembako di Pasar Tradisional

Ia juga mengungkapkan, hasil keuntungan dari sistem mina padi ini mampu meningkatkan keuntungan hingga tiga kali lipat dibanding sistem tanam padi biasa.

“Memang hasilnya sangat berlebih, karena memang selain hasil padi juga bagus, hemat pupuk, hemat biaya, serta ditunjang oleh hasil ikan,” kata Ahmad.

Menurutnya untuk satu kali musim tanam padi disawah dengan luas 1400 meter persegi (100 ru) meraup untung Lima Juta. Ditambah lagi dengan panen ikan nila mencapai 5 Ton dengan harga ikan nila 16000 per KG, mendapatkan kisaran Delapan Puluh Juta.

Baca Juga :  Diduga Tak Akur, Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kediri Diganti

“Selain bekerjasama dengan desa, kami juga dibina oleh Dinas. Ini nanti kami sudah mempunyai tujuan bersama Pemerintah Desa untuk menjadi Wisata Minapadi. Maka dari itu gazebo-gazebo yang sudah tersedia ini nanti, rencananya akan dikelola untuk tempat beristirahat dan warung ikan,” tutur Ahmad.

Garlin Yuliastutiek Maharani, Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) Kecamatan Gampengrejo, mengungkapkan, tindak lanjut dari Dinas Perikanan akan selalu memberi dukungan dan pendampingan.

“Untuk dinas, akan terus melakukan pendampingan seperti kualitas air, perawatan ikan, manajemen kelompok, serta selalu mendukung untuk Pokdakan ini terus berkembang,” pungkasnya.

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait