SATUKANAL.COM
PMII Kediri: Demonstrasi Mahasiswa Sudah Dikaji Secara Akademis
Demonstrasi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kabupaten Kediiri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

PMII Kediri: Demonstrasi Mahasiswa Sudah Dikaji Secara Akademis

SATUKANAL.com, KEDIRI – Pergerakan Mahasiswa Islam Kediri (PMII) Cabang Kediri membantah pernyataan pemerintah, terkait aksi demonstrasi mahasiswa yang tidak berdasar.

Pada aksi demonstrasi sebelumnya pada 8 Oktober 2020 di Kota Kediri, kini menggelar aksi lanjutan di depan DPRD Kabupaten Kediri (12/10/2020).

Zaenal Arifin, Sekertaris umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Kediri (PMII), mengungkapkan kekecewaan kepada pemerintah terkait pernyataan yang tersebar di media didalam aksi demonstrasi penolakan Undang-ungang (UU) Omnibuslaw Cipta Kerja.

“Kita kemarin kecewa atas pernyataan yg diungkapkan oleh pemerintah, bahwasanya dalam suatu aksi tidak membaca dan tidak mempelajari UU Omnibuslaw tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bawaslu Kabupaten Kediri Temukan Ribuan Data Anak Dibawah Umur Masuk DPS

Ia memastikan, dalam setiap aksi demonstrasi mahasiswa dipastikan melalui pertimbangan dan kajian ilmu akademis secara detail. Sehingga dalam aksinya akan membawa tuntutan untuk kepentingan masyarakat.

“Maka disini kita pastikan, kita sebagai mahasiswa belajar dan mendalami isi dari Undang-undang Omnibuslaw. Dengan ini kita tegaskan untuk menolak. Kita mengajak DPRD dan pemerintah Kabupaten Kediri untuk menolak kebijakan yg dibuat oleh DPR RI,” jelasnya.

Zaenal juga menyoroti salah satu pasal yang berkembang dimasyarakat, terkait aturan Analis Dampak Lingkungan (Amdal).

Baca Juga :  KPU Gelar Simulasi Nasional Sirekap di Kediri

Menurutnya didalam pengesahan UU Omnibuslaw dilakukan pembaharuan, yang dimana ada kelonggaran aturan. Sehingga ditakutkan memberi ancaman ke dampak lingkungan.

“Terkait pemerintah memberi klarifikasi terkait Amdal kemarin. Memang benar aturan tersebut masih ada. Namun nyatanya, dalam aturan izin tentang amdal diperlonggar. Sehingga berpotensi berdampak buruk ke lingkungan untuk masa mendatang,” jelasnya.

Dalam aksi demonstrasi tersebut mempertunjukkan aksi drama theater yang menggambarkan kehidupan sulit buruh tani dan para pencari kerja.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait