SATUKANAL.COM
PMII Geruduk DPRD Kabupaten Kediri Tolak UU Cipta Kerja
Suasana di depan DPRD Kabupaten Kediri
BERITA EKONOMI HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

PMII Geruduk DPRD Kabupaten Kediri Tolak UU Cipta Kerja

SATUKANAL.com, KEDIRI – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri. Mereka kembali menyatakan penolakan atas disahkannya Omnibuslaw UU Cipta Kerja.

Ketua PC PMII Kediri, M Khadikul Fikri mengatakan, disahkannya RUU Omnibus Law, Cipta Kerja menjadi UU oleh DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 sangat berbahaya bagi masyarakat, utamanya bagi nasib tenaga kerja di kediri.

“Di Kediri 16.000 warganya berprofesi sebagai buruh pabrik, dengan disahkannya UU tersebut akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” jelas Fikri kepada Satukanal.com seusai aksi.

Fikri juga menyebut, dalam klaster ketenagakerjaan dijelaskan, bahwa RUU Omnibus Law Cipta Kerja akan berdampak pada tidak dijaminnya hak-hak pekerja, seperti, tidak ada lagi Upah Minimum Kota atau Kabupaten (UMK), pemutusan hubungan kerja (PHK)sepihak, tidak ada lagi sanksi bagi perusahaan yang membayar upah dibawah ketentun minimum, struktur skala upah diatur sepihak oleh pemerintah, hubungan dan status kerja tidak ada kepastian karena outsourcing, sistem kerja kontrak tanpa batas untuk semua jenis pekerjaan di sektor industri, dan cuti karena hal-hal yang diatur dalam UU No. 13 Tahun 2009 tentang Ketenagakerjaan tidak akan dibayar, serta tidak adanya lagi pesangon bagi buruh.

Baca Juga :  Berdayakan Wisata Desa Untuk Peningkatan Ekonomi Warga

Disisi lain, disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja juga berdampak pada mayoritas warga di Kabupaten Kediri karena sekitar satu juta jiwa perkonomian warga kabupaten kediri ditopang sektor pertanian. Warganya memiliki lahan yang subur di wilayah pegunungan.

“Dengan disahkannya RUU Omnibus Law dikhawatirkan akan berdampak pada eksploitasi dan eksplorasi lahan subur pertanian yang ada di lereng gunung kelud dan wilis sehingga mengancam mayoritas profesi warga dan petani yang ada di kediri,” katanya.

Baca Juga :  Tuntut Transparansi Anggaran Covid PMII Banyuwangi Aksi Di Depan Pemda

Selain itu, kemudahan investasi pada sektor industri akan mengubah kabupaten kediri menjadi kota industri.

“Apalagi dengan dibangunnya Bandara di Kabupaten Kediri, akan semakin memperparah kerusakan alam yang ada di kediri nanti,” pungkasnya.

Pewarta : M Ubaidhillah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait