SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

PMII dan Polres Tulungagung Gelar Tahlil untuk Randi dan Yusuf Mahasiswa Korban Bentrok di Kendari

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Tulungagung menggelar aksi solidaritas dan doa bersama berupa bacaan tahlil untuk almarhum Randi dan Yusuf, korban penembakan dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari.

Keduanya meninggal saat demo ricuh di DPRD Sultra terkait penolakan UU KPK dan RUU KUHP.

Ketua PC PMII, Muhammad Afifudin dalam sambutannya menyatakan turut bela sungkawa dan menuntut agar pelaku ditindak. “Sahabat Randi dan Yusuf dalam menjalankan tugas menyampaikan aspirasi masyarakat telah kehilangan nyawa. Kita turut berbela sungkawa,” kata Afifu dalam sambutannya.

Menurut Afifu, Randi dan Yusuf yang merupakan mahasiswa di Universitas Halu Oleo adalah mahasiswa yang patut dihargai perjuangannya untuk berjuang di garda terdepan menyuarakan aspirasi rakyat.

“Kita kedepan akan sering menyapa para petugas kepolisian dengan aksi turun di jalan, tapi percayalah PMII akan menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Afifu di depan Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia yang hadir dalam kegiatan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0807 Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar mengatakan bahwa Tulungagung merupakan wilayah damai yang menjaga guyub rukun antar masyarakat. Untuk itu, dirinya meminta agar mahasiswa menjaga Tulungagung, jika ada masalah seharusnya diselesaikan dengan baik dengan mengedepankan dialog.

“Saya bertugas di berbagai tempat dan wilayah di Indonesia, Tulungagung ini luar biasa. Setiap masalah bisa diselesaikan dengan diskusi sambil ngobrol di warung kopi,” kata Wildan.

Saking damainya, menurut Wildan hampir setiap pejabat yang pernah bertugas di Tulungagung selalu mengingat dan kangen dengan kota marmer yang juga dikenal dengan kota cethe itu.

“Saya percaya jika semua masalah bisa diselesaikan dengan dialog, orang Tulungagung punya khas seperti itu,” terangnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia juga menegaskan jika Polri akan melakukan tugasnya menjaga ketertiban di masyarakat khususnya Tulungagung.

“Saya juga menyampaikan tekad Kapolri bahwa masalah yang terjadi akan diusut dan ditindak pelaku yang telah menyebabkan meninggalnya mahasiswa tersebut,” tegas Pandia.

Sebagai Kapolres baru, Pandia juga mengajak para mahasiswa mendoakan korban dan mengharapkan agar Tulungagung yang sudah kondusif dan damai tetap menjadi tempat yang tidak mudah dipecah belah.

Ketua PCNU Tulungagung KH Abdul Hakim juga memberikan tausiyah dan menegaskan PMII salah satu bagian dari NU dan mempunyai sejarah dalam perjuangan untuk mendirikan negara Indonesia.

Kanal Terkait