PMI Kota Malang Hadirkan Aplikasi Panic Button Emergency, Begini Cara Kerjanya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
PMI Kota Malang Hadirkan Aplikasi Panic Button Emergency, Begini Cara Kerjanya
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

PMI Kota Malang Hadirkan Aplikasi Panic Button Emergency, Begini Cara Kerjanya

SATUKANAL.com, MALANG– Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang akan meluncurkan aplikasi panic button emergency. Aplikasi tersebut saat ini masih menunggu persetujuan playstore (Google Playstore) untuk mengesahkan aplikasi tersebut.

Heri Suwarsono selaku Kepala Bidang Pelayanan PMI Kota Malang mengatakan bahwa aplikasi itu sudah dimasukkan di playstore dan masih proses menunggu. “Apabila sudah disahkan, masyarakat dapat menikmati aplikasi itu,” ungkapnya menerangkan.

Lebih lanjut, Suwarsono menerangkan bahwa masyarakat tidak perlu registrasi untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut. Pengguna cukup mengunduh dan dapat langsung menggunakannya.

“User atau pengguna tidak perlu lagi log in, tinggal memencet tombol Panic Button. Disini apa yang diperlukan sudah tersedia dalam bentuk form yang harus diisi.Untuk isian form berupa nama pelapor, nomor telepon, jenis kecelakaan, korban, lokasi kejadian, sampai foto kejadian juga telah disediakan di palikasi tersebut,” terangnya.

Malalui aplikasi ini warga yang mengetahui kejadian tertentu dapat melaporkan dengan aplikasi tersebut. “Aplikasi itu diciptakan untuk masyarakat bila mengetahui kejadian di Kota Malang, seperti kecelakaan atau orang sakit yang butuh bantuan medis secepatnya,” jelasnya.

Baca Juga :  10 Sudetan Baru Akan Dibangun, DPUPRPKP Kota Malang : Upaya Atasi Bajir di Beberapa Titik Kota Malang

Setelah pelapor mengirimkan data tersebut melalui aplikasi maka tim medis PMI Kota Malang akan segera mendatangi lokasi kejadian. Namun, apabila keadaan sangat darurat dan korban segera butuh pertolongan, pelapor dapat memberi pertolongan pertama dengan dibimbing operator PMI Kota Malang  dengan aplikasi tersebut.

“Jadi kami akan menghubungi pelapor, dan kami beri arahan untuk memberikan CPR kepada korban. Bila telah tiba di lokasi, tim medis PMI Kota Malang akan menangani langkah medis selanjutnya,” ungkapnya.

Heri juga menambahkan jika inovasi tersebut merupakan upaya PMI Kota Malang dalam melaksanakan tugas kemanusiaan. “Ini juga upaya kami mencegah kematian dan mengurangi efek kecacatan sesuai program dari Kemenkes terkait Sistem Penanggulangan Kegawatdaruratan Terpadu (SPGDT).”

Harapannya inovasi digital ini dapat membantu untuk menyelamatkan banyak orang. Sehingga sangat membantu msayaraakat dan juga kinerja PMI sendiri.

Baca Juga :  Simak ! Ini Sanksi Bagi Pelanggar PPKM Di Kota Malang, Batu dan Surabaya

Sementara itu, pengembangan aplikasi ini bekerjasama dengan tim dari Institut Asia yang diketuai oleh Lia Farokhah S Kom M Eng. Dalam pengerjaan aplikasi yang dimulai bulan Maret 2020 lalu, Lia dibantu oleh 2 anggota timnya. Aplikasi ini sendiri adalah salah satu hibah riset Dikti, penelitian pengabdian masyarakat.

“Ide aplikasi ini bermula saat saya melihat video yang menunjukkan orang tua di Aceh. Dia membawa anaknya yang sedang sakit karena kesulitan mendapatkan fasilitas ambulan,” terangnya.

Berawal dari situ, akhirnya Lia mencoba menghubungi rekan yang kebetulan bekerja di PMI Kota Malang.

“Akhirnya saya bersama tim memutuskan untuk bekerjasama dengan PMI membuat aplikasi ini. Dan sampai saat ini sudah melalui tiga kali forum group discussion bersama PMI untuk merevisi aplikasi demi hasil yang maksimal,” paparnya. Saat ini, dirinya turut menuturkan bahwa proses finishing aplikasi sudah hampir rampung.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait