PLN Klaim Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Benarkah? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
5 Jenis Pelat Nomor Kendaraan Listrik Bakal Berlaku di RI, Ini Bedannya
Ilustrasi mobil listrik (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Straight

PLN Klaim Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Benarkah?

Satukanal.com, Nasional – Pada Sabtu (13/11/2021) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) melakukan uji jalan mobil listrik Jakarta-Bandung untuk membuktikan penghematan yang bisa didapat masyarakat.

Touring ini dilakukan langsung oleh jajaran direksi PLN, Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dari sisi penghematan, ketika dihitung, maka pengendara mobil listrik hanya perlu merogoh kocek Rp 10 ribu untuk menempuh jarak 72 km.

“Tadi kita sudah jajal 72 km. Artinya, pelanggan hanya perlu Rp 10.000 untuk menempuh 72 kilometer,” terang Darmawan.

Dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM), maka dengan jarak tempuh 72 kilometer, masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp 60 ribu dengan asumsi harga BBM, Rp 9 ribu per liter.

Namun, minat masyarakat terhadap mobil listrik masih belum tinggi. Salah satu penyebab utamanya ialah harga mobil listrik yang relatif mahal. Padahal, mobil listrik menawarkan sejumlah keunggulan dibanding mobil bahan bakar fosil, seperti biaya bahan bakar yang lebih efisien.

Darmawan juga menilai penggunaan mobil listrik banyak membawa manfaat jika dilakukan secara masif. Pertama ini adalah cita-cita negara untuk mengurangi emisi karbon bisa terasa lebih cepat.

Baca Juga :  Erick Thohir Minta Fasilitas Toilet Umum di SPBU Digratiskan

Sementara, bensin memiliki berat jenis sekitar 0,8, jadi 1 liter bensin beratnya 800 gram. Kandungan karbonnya 90 sekian persen, tapi bukan berarti total karbon yang dihasilkan 700 sekian gram.

“Ada namanya oksidasi karena kalau mobil internal combustion engine (ICE) nanti ada yang namanya combustion. 1 mol karbon ditambah 2 mol oksigen, coba hitung dari periodic table, oksigennya butuh 1,6 kg, jadi ada 2,4 kg emisi CO2 untuk 1 liter bensin,” paparnya.

Sedangkan dengan mobil listrik, per kwh listrik PLN hanya menghasilkan emisi karbon sebanyak 0,85 kilogram saja. “Artinya penggunaan mobil listrik lebih ramah lingkungan, kan,” tambahnya.

Langkah PLN menjajal mobil listrik ini untuk memastikan kepada pelanggan untuk tak ragu menggunakan kendaraan listrik. Selain terbukti lebih hemat dan ramah lingkungan, PLN dalam mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik juga menyediakan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

“Sudah ada 47 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun nanti, akan ada 67 unit SPKLU yang beroperasi lagi. Ini merupakan dukungan aktif PLN dalam memasifkan kendaraan listrik di Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Rekomendasi 5 Mie Terpedas di Dunia, Berminat Mencoba?

Sebagai informasi, Berikut beberapa harga mobil listrik murah yang sudah beredar di Indonesia per November 2021:

  1. DFSK Gelora E, merupakan mobil listrik murah di Indonesia saat ini. Pabrikan ini membanderol Rp 480 juta untuk tipe Blind Van.
  2. Hyundari Ioniq, mobil listrik murah Hyundai Ioniq Prime dibandrol dengan harga Rp 637 juta jadi varian terendah. Sedangkan varian tertinggi mobil listrik Hyundai Ioniq Signature tercatat mencapai Rp 677 juta untuk diler di wilayah Jakarta dan sekitar.
  3. Nissan LEAF, mobil ini terbagi atas dua varian yang termurah dari Rp 649 juta (single tone) hingga Rp 679 juta tergantung lokasi.
  4. Hyundai Kona Electric, tercatat harga mobil listrik Hyundai Kona Electric mencapai Rp 697 juta untuk wilayah Jakarta dan sekitar.

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait