Pjs Bupati Mojokerto Bersama PemKab Serahkan 1500 Sertifikat Tanah Kepada Warga Mojokerto | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pjs Bupati Mojokerto
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pjs Bupati Mojokerto Bersama PemKab Serahkan 1500 Sertifikat Tanah Kepada Warga Mojokerto

SATUKANAL.com, MOJOKERTO– Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo menyerahkan sertifikat tanah untuk  warga Mojokerto. Acara ini dilaksanakan dalam rangka Bulan Bakti Agraria dan Tata Ruang 2020.

Pemerintah Pusat secara serentak melaksanakan kegiatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diikuti oleh 31 Pemerintah Provinsi serta 201 pemerintah Kabupaten atau Kota Se-Indonesia termasuk Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan penyerahan sertifikat tanah ini dikemas dalam acara “Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Se-Indonesia”. Acara ini dilangsungkan secara virtual dari Istana Negara pada Senin (9/11/2020).

Sedangkan, penyerahan sertifikat tanah di Kabupaten Mojokerto diserahkan secara simbolis oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo di Pendapa graha Majatama pemkab Mojokerto. Untuk Kabupaten Mojokerto sendiri total yang diserahkan untuk warga Kabupaten Mojokerto yaitu sebanyak 1500 sertifikat.

Didik Edi Riyanto selaku kepala Sub bagian Tata usaha badan pertanahan nasonal (BPN) Kabupaten Mojokerto mengungkapkan inormasi penting terkait target pensertifikatan yang harus diselesaikan.

Baca Juga :  RUU Larangan Minuman Beralkohol, Sanksi Pidana 10 Tahun Bagi Penjual

“Dalam program PTSL 2020 ini, sebenarnya untuk program pengukuran bidang ada sekitar 35 ribu. Dan target kami di tahun 2020 yaitu 17 ribu,” ungkapnya menjelaskan.

Didik juga mengatakan bahwa unuk saat ini yang dapat diselesaikan hingga proses pendaftaran sejumlah 10 ribu. Harapannya, sampai Desember 2020 mendatang, BPN Kabupaten Mojokerto menargetkan 17 ribu.

“Bidang-bidang tanah pada target nasional harus selesai di tahun 2024. Hal ini karena sudah ada intruksi yang diberikan terkait percepatan pensertifikatan  oleh Presiden Indonesia Joko widodo.” Lanjut Didik menjelaskan.

Instruksi tersebut didasarkan pada catatan sebelum program PTSL yang menyatakan bahwa rata-rata terdapat 500 ribu sertifikat yang terbit setiap tahunnya. Jumlah ini dirasa tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang ingin mensertifikatkan aset mereka.

Baca Juga :  Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tetap Ciptakan Inovasinya Dimasa Pandemi

“Sebelum ada PTSL, tiap tahunnya kita hanya keluarkan sekitar 500 ribu sertifikat se-Indonesia. Kalau dihitung, jika setahun hanya segitu, artinya jika semua penduduk Indonesia ingin aset mereka bersertifikat, itu sama saja butuh 160 tahun lamanya. Kita itu kalau kerja, harus dengan target jelas,” tandas Presiden Joko Widodo.

Kepala BPN kabupaten Mojokerto, Hendy Pranabowo juga menegaskan terkait instruksi Presiden Joko Widodo tersebut. Kedepannya untuk tahun 2025, seluruh tanah di Kabupaten Mojokerto sudah harus memiliki sertifikat tanah . Meskipun sejauh ini, terdapat kendala teknis. Misalnya, pemilik tanah tidak berada di tempat. Sehingga untuk prosesnya pun juga terhambat.

Namun, untuk mengatasi kendala tersebut. Hendy mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan menerapkan sistem by name by address. Sehingga program ini dapat dilaksanakan sampai memenuhi target.

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait