SATUKANAL.COM
BERITA

Pilkades Serentak 2019, Pemkab Sumenep Gandeng Pihak Swasta untuk Tes Tambahan Cakades

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menggelar tes tambahan untuk Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades). Tes tersebut dikhususkan kepada desa yang Bacakadesnya melebihi lima calon pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Pelaksanaan tes tambahan itu mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 54 Tahun 2019. Sesuai aturan, jumlah Cakades setiap desa maksimal lima orang dan minimal dua orang. Apabila lebih dari lima orang maka di rangking dengan menggunakan scoring dan tes tambahan.

“Tes tersebut, kami jadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2019,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Mohamad Ramli, Senin (23/9/19).

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Menurutnya, dalam tes tambahan ini tim Pilkades tingkat kabupaten juga melibatkan Universitas Merdeka Malang sebagai pihak ketiga, termasuk dalam teknis pelaksanaannya.

“Tes tersebut meliputi tes tulis dan tes wawancara. Sedangkan yang bakal mengikuti sebanyak 300 peserta dari 41 desa dengan Bacakades lebih dari lima orang,” tuturnya.

Dia berharap pihak ketiga profesional dalam melaksanakan seleksi, dalam artian tidak ada keberpihakan serta independen dalam melaksanakan tugasnya. Setelah pelaksanaan tes selesai, lanjut Ramli, nilai tes tambahan nantinya akan diserahkan langsung kepada panitia.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Hasil tes akan diserahkan langsung oleh pihak ketiga kepada panitia, artinya nilai itu tidak mampir di tim kabupaten. Karena tim kabupaten hanya memfasilitasi saja,” jelasnya.

Dengan begitu tambah Ramli, masyarakat dan juga Bacakades bisa langsung mengetahui nilai yang didapat setelah pelaksanaan tes. “Karena nantinya akan dipublish pada hari itu juga,” pungkas nya.

Untuk diketahui, Pilkades serentak tahun ini bakal diikuti sebanyak 226 desa. Sesuai keputusan bupati, pesta demokrasi tingkat desa bakal dilaksanakan pada 7 November 2019 untuk wilayah daratan dan 14 November 2019 untuk wilayah kepulauan.

Kanal Terkait