Pilkada Serentak 2020: Bayangan Potensi Peningkatan Kasus Covid-19 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pilkada Serentak 2020: Bayangan Potensi Peningkatan Kasus Covid-19
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pilkada Serentak 2020: Bayangan Potensi Peningkatan Kasus Covid-19

SATUKANAL.com, NASIONAL– Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan berbeda dari pilkada sebelumnya karena dilaksanakan di tengah pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia.

Awalnya pelaksanaan pilkada di masa pandemi mendapat penolakan dari beberapa kalangan masyarakat. Namun berdasarkan kesepakatan antara pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu, pilkada 2020 tetap dilaksanakan pada 9 desember dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Pelaksanaan pilkada sesuai protokol kesehatan pun telah diatur dalam Peraturan Komisi pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 dan PKPU 13 Tahun 2020.

Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap potensi peningkatan kasus covid-19 jelang pemungutan suara pilkada serentak 2020 pada 9 Desember mendatang masih bermunculan. Hal ini lantaran penambahan kasus harian tertinggi terjadi belum lama ini sejak kasus perdana pada 2 maret 2020.

Satgas penanganan covid-19 Tercatat pada 4 Desember dimana terdapat 8369 kasus covid-19 dalam 24 jam. Selain itu, satgas juga menyatakan ada penambahan sebanyak 6089 kasus baru pada sabtu (5/12/2020).

Melihat data tersebut, rencana Komisi pemilihan Umum (KPU) untuk mendatangi pasien covid-19 di rumah sakit atau tempat pemilih isolasi mendiri mendapat perhatian khusus dari sejumlah pihak.

Baca Juga :  5 Tips Merayakan Natal Di Tengah Pandemi

Titi Anggraini selaku anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dana Demorasi (Perludem) menilai rencana terkait penanganan pada pemilih yang terkena covid-19.

“Daripada menimbulkan rasa tidak aman dan nyaman pemilih dan petugas pemilihan, hal itu lebih baik dihindari,” ungkap Titi dilansir dari kompas.com.

Senada dengan ungkapan Titi, Wakil Ketua Komisi II DPR saan Mustopa juga meminta KPU untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

Satgas penanganan covid-19 juga melihat adanya tren kenaikan zona merah covid-19 di daerah penyelenggara Pilkada 2020 selain jumlah kasus yang masih terus meningkat.

“Kita catat zona merah naik jumlahnya. Pada pekan lalu ada 13 daerah masuk zona merah, sementara pekan ini naik jadi 24 daerah untuk yang ikut pilkada ini ya,” ujar Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry M pada diskusi daring soal pilkada 2020 (5/12/2020).

Tidak hanya zona merah, jumlah daerah dengan risiko sedang yang menggelar pilkada juga bertambah. Menurutnya terdapat 180 daerah risiko sedang pada pekan lalu dan bertambah menjadi 189 daerah pada pekan ini.

Baca Juga :  Antisipasi Puncak Pandemi Covid-19, Wali Kota Malang Akan Perpanjang Izin Operasional Safe House

Nyatanya, penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 akan tetap dilaksanakan. Pemungutan suara akan digelar pada 9 desember 2020.

Sedangkan untuk mencegah munculnya klaster penularan saat pilkada yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat perlu dingatkan agar tidak berkumpul di TPS saat hari pemungutan suara.

Moch, Afifudin selaku anggota Badan pengawas pemilu (Bawaslu) menuturkan agarpetugas TPS maupun pengawas pilkada menyediakan masker. Ia juga mengatakan agar pemilih mencuci tanggan dan dicek suhu tubuh sebelum masuk ke TPS.

“Pemilih juga dilarang berdekatan, diminta agar tidak bersalaman serta menggunakan alat tulis sendiri. Untuk tinta tetes akan disediakan penyelenggara untuk menandai pemilih. Danuntuk petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan pengawasa TPS akan melalui tes swab terlebih dahulu,” ungkapnya memberikan penjelasan.

 

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait