Pil Minum Pfizer Untuk Covid-19 Masuk Tahap Uji Klinis - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pil Minum Pfizer Untuk Covid-19 Masuk Tahap Uji Klinis
BERITA HIGHLIGHT

Pil Minum Pfizer Untuk Covid-19 Masuk Tahap Uji Klinis

SATUKANAL.com, NASIONAL– Pil minum dari Perusahaan farmasi Pfizer untuk mengobati tahap awal infeksi Covid-19 sedang dalam tahap uji klinis.

Rencananya, obat yang bisa diminum di rumah tersebut akan tersedia untuk umum pada akhir tahun tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Albert Bourla CEO Pfizer. Ia berharap, obat oral eksperimen ini akan melawan berbagai varian virus dan digunakan untuk merawat pasien Covid-19 pada awal penyakit, jauh sebelum mereka membutuhkan perawatan.

Disebutkan bahwa, obat ini bekerja dnegan mengikat enzim virus dan menghentikan virus untuk bereplikasi di dalam sel manusia. Kemudian, mencegahnya berkembang biak lebih lanjut dalam sistem pernapasan.

Baca Juga :  Bus AKDP Dilarang Beroperasi Mulai 6 Mei

Penghambat protease semacam ini juga digunakan untuk mengobati penyakit lain, seperti HIV dan hepatitis C. “Ini memungkinkan kami untuk percaya akan jauh lebih efektif melawan berbagai varian. Ini kabar baik, dan kami sekarang melanjutkan studi,” kata Bourla dikutip dari Insider, Kamis (29/4/2021).

Sedangkan uji klinis tahap awal obat yang saat ini dikenal sebagai “PF-07321332”, telah berlangsung sejak Maret. Telegraph melaporkan uji coba pada manusia dijadwalkan akan dimulai. Dokumen tertanggal 8 Februari menguraikan strategi pengujian perusahaan untuk subjek uji yakni periode uji coba selama 145 hari, dengan 28 hari tambahan untuk penyaringan dan pemberian dosis.

Baca Juga :  Vaksin Merah Putih Unair Ditargetkan Rampung Desember 2021

“Keamanan obat studi telah dipelajari pada hewan. Dalam studi hewan ini, tidak ada risiko signifikan atau peristiwa keamanan yang dikhawatirkan, dan obat studi tidak menyebabkan efek samping pada tingkat dosis mana pun yang akan digunakan dalam penelitian ini, ” menurut isi dokumen itu.

Lebih lanjut, Bourla juga menegaskan Pfizer masih melanjutkan tes vaksin pada anak-anak berusia enam bulan hingga 11 tahun. Dia mengaku optimistis FDA akan segera menyetujui penggunaan vaksin Pfizer pada remaja.

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait