SATUKANAL.COM
Petik Kopi di Tengah Makam
BERITA HIGHLIGHT

Petik Kopi di Tengah Makam Belanda? Coba Datang ke Kota Malang

Satukanal.com, Malang – Petik Kopi di Tengah Makam? Jika konsep agrowisata atau wisata berbasis pertanian umumnya menawarkan panorama pegunungan yang asri, lain halnya dengan Kopi Tulang.

Ada sedikit sensasi horor yang ditawarkan bagi wisatawan yang ingin menikmati kegiatan memetik kopi di tengah Kota Malang ini.

Pasalnya, pohon-pohon kopi ditanam di sela-sela kompleks pemakaman kuno yang ada sejak era pendudukan Belanda.

Seperti hari ini (Jumat, 19/6/2020) buah kopi-kopi matang merona yang menebarkan aroma wangi buah yang manis di area Kopi Tulang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun Nasrani, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Sebagian kopi robusta itu dipanen langsung oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko.

Dalam panen tersebut, nampak pohon-pohon kopi di TPU Sukun Nasrani berbuah begitu lebat dengan warna merah tua yang menandakan buat benar-benar siap dipanen.

Sofyan Edy Jarwoko menjelaskan bahwa dengan adanya pohon kopi di areal makam, tentunya bisa berujung dengan adanya destinasi wisata religi maupun destinasi wisata petik kopi yang bisa menjadi ciri khas bagi Kota Malang.

Baca Juga :  Lawan KDRT, WCC Dian Mutiara Gelar Kampanye Sekolah Paralegal di Masa Pandemi COVID-19

Apalagi, dalam hal ini, keberadaan Kopi Tulang telah dikelola betul oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Koeboeran Loendo.

“Maka dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh TPU bersama Pokdarwis, selama beberapa tahun belakangan gol akhirnya menjadi sebuah destinasi wisata dan banyak kunjungan,” jelasnya.

Karenanya, untuk lebih mengembangkan lagi Kopi Tulang, dia meminta Pokdarwis untuk mengandeng ahli atau praktisi tertentu.

Misalnya, yang bisa lebih menekankan branding potensi wisata di lokasi makam sesuai dengan kajian marketingnya.

“Kan di sini komplit ada wisata religi, kunjungan budaya, apalagi di sini juga menjadi lokasi cagar budaya. Dan yang terpenting upaya selama ini gol akhirnya adalah destinasi wisata,” bebernya.

Diakui Edy, jika hasil kopi yang ditanam di areal TPU Sukun Nasrani ini mempunyai cita rasa yang khas.

Sehingga pihaknya juga optimis, jika dalam pengelolaannya benar, kopi yang dikemas dalam merk Kopi Tulang ini akan semakin berkembang.

“Aroma atau taste-nya nendang. Sangat cocok sebagai teman makan pisang goreng maupun ketela goreng,” ujarnya.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Edy juga meminta agar pengelola bisa menambahkan sejumlah alat dan sarana prasarana penunjang sesuai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Sehingga saat aktivitas new normal sudah berjalan penuh, TPU Sukun Nasrani langsung siap menyambut wisatawan yang datang.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Takroni Akbar menjelaskan jika Kopi Tulang ini semakin melengkapi potensi destinasi wisata di lingkungan TPU Sukun Nasrani.

“Di sini kami memaksimalkan potensi makam dengan menanam pohon kopi yang itu tak mengurangi fungsi pokok makam. Ini malah menambah nilai dari lokasi, yang mana masuk lokasi cagar budaya. Kopi sendiri akan menjadi oleh-oleh khas bagi para pengunjung di sini,” terangnya.

Selain bermanfaat untuk penghijauan, kopi di areal makam ini tentunya akan bermanfaat secara ekonomi bagi pengelola dalam hal ini Pokdarwis.

Sebab, hasil sepenuhnya masuk pada Pokdarwis yang anggotanya merupakan masyarakat sekitar makam.

Kanal Terkait