Petani di Kediri Temukan Bibit Buah Bengkuang Super Berbobot 5 KG Perbuah | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Petani di Kediri Temukan Bibit Buah Bengkuang Super Berbobot 5 KG Perbuah
Foto : Suparyono Penangkar bibit Bengkuang Super
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Petani di Kediri Temukan Bibit Buah Bengkuang Super Berbobot 5 KG Perbuah

SATUKANAL, KEDIRI – Petani buah bengkuang asal Dusun Luk Songo, Desa Tugerejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, berhasil menangkar dan mengembangkan varitas buah bengkuang super dengan bobot 5 Kilogram per buah.

Seperti sebutan super, hasil panen bengkuang di daerah ini memang memiliki ukuran buah yang relatif besar-besar.

Buah tersebut oleh para petani dinamai Bengkuang Luk Songo Super (LSS).

Buah tersebut ditemukan oleh salah satu petani dari hasil eksperimen selama dua tahun, baru dikembangkan setahun belakangan ini, dan kini mulai disebar luaskan di Kabupaten Kediri.

Suparyono adalah patani penemu varitas bengkuang unggul itu, sepengakuannya, awal penemuan buah bengkuang super tersebut bermula dari kesusahannya mencari bibit buah bengkuang.

Lantas ia coba-coba bereksperimen untuk menangkar bibit dari buah yang ia tanam.

“Mulanya saya coba-coba, karena di pasar kita sangat kesulitan untuk mencari bibit, adanya dari bos, dan setiap panen karena bibitnya dari sana hasilnya juga harus dijual kesana,” katanya saat ditemui SATUKANAL.com, Selasa (28/1/2020) pagi.

Suparyono mengaku, buah bengkuang tersebut ia dapatkan dari benih yang biasa ditanam oleh petani.

Namun setelah masa panen, dirinya mengambil benih dari umbi yang terbesar untuk ditanam lagi.

“Saya ulang-ulang penanamannya sampai beberapa kali panen untuk percobaan, dan saya cari bibit yang terbesar dan akhirnya kita temukan benih ini,” ungkap Suparyono.

Diketahui, di lahan seluas 1 hektar yang dimiliki oleh Suparyono dirinya mampu menghasilkan 60 ton lebih buah bengkuang dengan ukuran super.

Buah-buah tersebut kemudian ia jual hingga menembus pasar di luar daerah.

“Ada juga dari Malang maupun Blitar. Tapi kebanyakan ya buah-buah ini langsung di datangi orang. Jadi kebanyakan ya memang langsung diambili tanpa kita repot harus mencari pasar,” paparnya.

Suparyono mengungkapkan, dalam se tahun, dirinya mampu melakukan 3 – 4 kali panen.

Sedangkan terkait dengan harga untuk saat ini di tingkat petani untuk per satu kilogram bengkuang di jual seharga Rp 2.500.

Sementara itu, Arahayu Setyo Adi Kasi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri mengatakan, atas temuan tersebut pihak dinas akan melakukan observasi, dan jika hasil dari panen konsisten dan tidak dimiliki petani lain maka akan dilakukan sertifikasi produk.

“Di observasi jika memang layak akan di laporkan kementerian terkait untuk dipatenkan produk jika belum ada temuan yang sama yang belum dipatenkan.” tuturnya.

Ia melanjutkan, Dinas pertanian juga akan terus memberi arahan dan masukan untuk para petani bengkuang sejenis agar produk yang dikembangkan semakin baik.

“Pastinya edukasi dan pantauan akan penting dilakukan, dan dinas kedepan akan memantau ini,” tutupnya.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait