SATUKANAL.COM
Pupuk Cair Organik
Foto : Pemateri Menunjukan Cara Membuat Pupuk Cair
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Petani di Gampengrejo Kediri Dapat Pelatihan Pupuk Cair Organik Dari Limbah Kelapa

SATUKANAL, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri bersama dengan kalangan Legislatif mengadakan pelatihan pembuatan pupuk cair organik dari limbah kelapa.

Pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut dilakukan di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Majid Fikri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gampengrejo mengatakan, pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut dilakukan mengingat kondisi sawah di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri sedang banyak diserang hama perusak tanaman.

“Kegiatan ini diadakan agar petani tidak ketergantungan pada penggunaan pestisida kimia.” jelas Majid saat dikonfirmasi Satukanal.com saat kegiatan berlangsung.

Untuk Bahan, Majid menjelaskan, pupuk organik cair tersebut terbuat dari batok kelapa yang banyak ditemukan di wilayah Gampengrejo.

“Bahannya hanya dari batok kelapa, yang banyak ditemui di sini, harganya pun juga ekonomis di kalangan para petani,” katanya.

Majid pun juga menjelaskan cara produksi pupuk cair tersebut. “Cara pembuatannya Batok Kelapa dibakar pada alat seperti tungku yang disebut ‘Pirolisis’. Dari hasil pembakaran batok tersebut nanti akan keluar cairal melalui selang yang ada di Pirolisis,” katanya.

Baca Juga :  Terbentur Pandemi, UTD Palang Merah Indonesia Kediri Hampir Kehabisan Stok Darah

“Nah pupuk cair yang dimaksud adalah tetesan uap yang dihasilkan dari pembakaran batok kelapa tersebut.” Terusnya.

Ia juga mngungkapkan, proses pembuatan ini sangat murah dan membutuhkan waktu 3 hari. Untuk 1 kwintal batok kelapa dapat menghasilkan sekitar setengah liter cairan.

“Pemakaiannya nanti harus di campur dengan air,” katanya.

Selain bisa dipakai untuk para petani sendiri pupuk cair tersebut juga dapat dijual dengan nilai yang cukup menguntungkan. “Satu Kwintal Batok Kelapa jika dijual bisa menghasilkan 500.000.” tuturnya.

Majid pun juga menjelaskan cara kerja pupuk cair yang ia buat bersama dengan Gapoktan di Kecamatan Gampengrejo.

Baca Juga :  BULOG Kediri Siapkan Program Bansos 2020

“Cara kerja asap cair ini merusak sel-sel hama itu dan sistem nya sistem syaraf artinya Perlahan-lahan pasti mati.” Katanya.

Sementara itu, Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang hadir ke acara tersebut menyambut positif dan mengikuti acara sampai selesai.

Imam Masruri, salah satu peserta dari Kelompok Tani Dewi Sri Dua, mengaku puas dengan hasil panen bawang merah yang sudah dicoba menggunakan pupuk cair tersebut.

“Kalau untuk bawang merah aplikasinya adalah mulai dari umur 15 hari. Karena biasanya serangan hama muncul setelah15 hari. Pemberian dengan interval 1 minggu 2 kali terus sampai umur 55 hari. Nanti setelah itu daunnya sudah keras, seperti hama ulat sudah tidak mau lagi. Selain itu juga berfungsi sebagai serangan fungisida yaitu jamur,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait