Persentase Pernikahan Dini Tinggi, Dermaga Kencana Jadi Solusi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Persentase Pernikahan Dini Tinggi, Dermaga Kencana Jadi Solusi
Launching Dermaga Kencana (Foto: Dokumentasi Pemkab Jombang)
BERITA Kanal Straight

Persentase Pernikahan Dini Tinggi, Dermaga Kencana Jadi Solusi

Satukanal.com, Jombang – Angka pernikahan dini di Kabupaten Jombang masih tinggi, mencapai 12 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PPKB dan PPPA Jombang, Nur Kamalia dalam laporannya.

Sementara itu, pada tahun 2019, angka pernikahan dini mengalami penurunan di angka 9,88%. Namun, di bulan September tahun 2020 mengalami kenaikan yang signifikan dengan persentase sebesar 15,38%.

Dengan tingginya kasus pernikahan dini di kalangan anak dan remaja, maka dapat menimbulkan banyak dampak negatif seperti dari aspek ekonomi dan sosial, aspek psikologi, aspek pendidikan, dan dampak negatif dari segi kesehatan.

“Sebagai upaya dalam mewujudkan suksesnya program Dermaga Kencana dan Bangga Kencana perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah dengan lintas sektor, komunitas, organisasi, PKK, akademisi, media, serta seluruh komponen dan elemen masyarakat

Baca Juga :  Pria di Jombang Nekat Ceburkan Diri ke Sungai Brantas, Tim Lakukan Penyisiran

“Bekerjasama secara komprehensif dan terintegrasi sehingga dapat menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Jombang. Oleh karenanya perlu ada sinergitas yang semakin solid untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk menurunkan angka stunting,” ucapnya pada Selasa (9/11/2021).

Perlu diketahui, tugas pokok dan fungsi Dermaga Kencana adalah membantu penyuluh KB memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serta melakukan pembinaan terhadap calon akseptor dan akseptor KB dan membantu penyuluh KB melakukan updating data pendataan setiap tahunnya.

Baca Juga :  Ditetapkan Tersangka, Sopir Vanessa Angel Ditahan di Rutan Polres Jombang

Tak hanya itu, mereka juga harus membuat data basis dari hasil pendataan keluarga sejahtera sebagai bahan operasional di wilayahnya serta membantu penyuluh KB membina kelompok bina keluarga balita (BKB), bina keluarga remaja (BKR).

“Bina keluarga lansia (BKL) dan usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor (UPPKA) membuat pencatatan dan memberikan pelaporan bulanan hasil kegiatan kepada PKB / PLKB (petugas lapangan keluarga berencana) sebagai pembina program Keluarga Berencana Nasional di desa atau kelurahan,” tandasnya.

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait