Persentase Jumlah Pemuda Turun, Remaja Masih Jadi Sasaran Edukasi KB | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
investor-millennials
Ilustrasi pemuda di Indonesia dengan berbagai karakternya yang cukup beragam (Foto: Pasardana.id)
HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Persentase Jumlah Pemuda Turun, Remaja Masih Jadi Sasaran Edukasi KB

SATUKANAL, MALANG – Selama lima tahun terakhir, presentase jumlah pemuda di Indonesia mengalami penurunan. Salah satunya, diklaim sebagai keberhasilan program keluarga berencana (KB). Meski demikian, para remaja masih tetap menjadi sasaran edukasi soal KB.

Adanya kebijakan nasional dalam pengendalian penduduk dan penyelenggara keluarga berencana yang merupakan bagian dari lembaga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, rupanya berdampak pada perubahan struktur umum penduduk di Indonesia.

Seperti diketahui, program pengendalian penduduk sejak tahun 1970 sampai sekarang terus berjalan. Badan Pusat Statistik (BPS) mendata, jumlah pemuda di Indonesia mengalami fluktuasi. Namun, ada kecenderungan menurun.

Sepanjang 2010 hingga 2019 jumlah pemuda di Indonesia berkisar 24 persen hingga 26 persen, dengan angka tertinggi pada tahun 2010 mencapai 26,22 persen. Kriteria pemuda tersebut, yakni penduduk yang berumur 16 hingga 30 tahun.

Baca Juga :  Jadi Kado Akhir Tahun Untuk Warga Malang, Wali Kota Sutiaji Resmikan Mega Proyek Islamic Center

Presentase jumlah pemuda di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahuan. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019 menyebutkan perkiraan jumlah pemuda sebanyak 64,19 juta jiwa atau setara dengan seperempat dari total penduduk seluruh Indonesia.

Penurunan jumlah pemuda tersebut dalam lima tahun terakhir. Pada 2015 silam, jumlah pemuda di Indonesia sekitar 24,2 persen, tahun 2016 sekitar 24,07 persen, baru di tahun 2017 mengalami kenaikan mencapai 24,27 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan di tahun 2018 sekitar 24,15 persen. Sampai pada pengujung tahun 2019, jumlah pemuda sekitar 24,01 persen yang ada di Indonesia.

Khusus Kota Malang, pertumbuhan penduduk tiap tahunnya rata-rata sekitar 0,68 persen. Dengan penduduk yang mencapai 866.168 jiwa, serta kepadatan penduduk 7.870 jiwa per kilometer.

Baca Juga :  11 Dewan Pendidikan Kota Malang Dikukuhkan, Wali Kota Malang : Harus bisa jadi fasilitator, katalisator, mediator, dan komunikator

Pada 2018, jumlah penduduk di rentang usia 15-35 tahun mencapai sekitar 355 ribu jiwa. Yang artinya sekitar 40 persen atau nyaris separo dari total penduduk. Jumlah tersebut didominasi usia 20-24 tahun dengan jumlah lebih dari 108 ribu jiwa.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar menyebut Dinkes Kota Malang menangkap isu ini. “Kita ingin mencetak generasi muda yang sehat. Jadi kalau remajanya kita sudah garap, dari segi edukasi di bidang kesehatan, maka lainnya akan mengikuti,” ujarnya.

Remaja juga menjadi sasaran program edukasi soal keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Harapannya, mereka nanti akan memiliki pengetahuan yang cukup ketika kelak dewasa dan menjadi orang tua.

Pewarta: Ali Bisri
Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait