Perpres Dana Pesantren Diteken, Ketua PCNU Jombang : Langkah Maju - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Perpres Dana Pesantren Diteken, Ketua PCNU Jombang : Langkah Maju
Gus Salman, Ketua PCNU jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Perpres Dana Pesantren Diteken, Ketua PCNU Jombang : Langkah Maju

Satukanal.com, Jombang – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) jombang, KH Salmudin Yazid Al-Hafidz, ungkap ditekennya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2001 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, sebagai langkah maju untuk Pondok Pesantren (Ponpes).

“Saya pertama sebagai salah satu pengasuh pesantren sangat berterimakasih kepada presiden Jokowi karena telah meneken Perpres dana untuk pesantren ini,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (16/9/2021).

Dengan ditekennya Perpres dana pesantren ini, baginya menjadi momentum karena pesantren begitu dipercaya oleh pemerintah. Untuk itu pesantren, disebutnya, juga harus meningkatkan kualiatas serta pelayanan ke depannya.

“Bagi pesantren terutama di Jombang ini, akan dapat perhatian penuh. Harapan ke depannya jelas, dengan ini, pesantren bisa lebih diperhatikan. Karena sebelumnya dari Pemerintah Daerah (Pemda) juga minim perhatian,” kata pria yang juga pengasuh Ponpes Babussalam, Mojoagung, Jombang.

Baca Juga :  Direktur Link Sebut Pengganti Sekdakab Jombang Harus Punya Track Record Baik

Lebih lanjut, dengan adanya Perpres ini, pastinya akan membuat kemajuan untuk pesantren jadi lebih ringan dengan harapan munculnya banyak program. Karena, sudah ada payung hukum yang jelas, sehingga Pemda diharapkan tidak takut mengambil langkah.

“Dalam UU Pesantren juga diatur tentang dana abadi pesantren dan dana hibah. Dana hibah bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang sah menurut undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Perpres yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Pasal 3 dijelaskan, pendanaan penyelenggaraan pesantren dikelola untuk pengembangan fungsi pesantren meliputi fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan, sumber pendanaan penyelenggaraan pesantren diatur di Pasal 4. Disebutkan di pasal tersebut, pendanaan penyelenggaraan pesantren bersumber dari masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, sumber lain yang sah dan tidak mengikat, dan dana abadi pesantren. Dana bisa berupa uang, barang dan jasa. Soal bentuk dana itu diatur di Pasal 5.

Baca Juga :  Umrah Dibuka, Pengusaha Travel di Jombang Buka Pendaftaran Calon Jamaah

Sementara soal dana abadi pesantren diatur di Pasal 23. Pada ayat (1) berbunyi Pemerintah menyediakan dan mengelola Dana Abadi Pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Dijelaskan pada ayat (2), dana abadi pesantren bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan Pesantren bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggung jawaban antar generasi.

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait