Perlu Edukasi Pertanian Sesuai Pranata Mangsa - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Perlu Edukasi Pertanian Sesuai Pranata Mangsa
Cabai masih banyak dipengaruhi oleh musim. Perlu dicari solusi agar panen stabil pada tiap musim/foto: Anis Firmansyah
HIGHLIGHT LIPUTAN KHUSUS

Perlu Edukasi Pertanian Sesuai Pranata Mangsa

Menjaga stabilitas supply cabai dengan pembenahan sistem pertanian, agar panen cabai tak terkendala oleh cuaca. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah, agar memberikan edukasi pada petani.

FLUKTUASI panen tanaman cabai rawit dari tahun ke tahun berbanding lurus dengan cuaca. Curah hujan yang tinggi kerap dibarengi gagal panen cabai, sehingga stok cabai langka. Otomatis supply cabai tersendat yang diikuti melambungnya harga.  Sebaliknya, ketika cuaca panas, stok cabai melimpah. Harga anjlok. Petani merugi.

Siklus ini harusnya diantisipasi. Menurut Diah Ayu Septi Fauzi, pengamat ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri, mindset petani harus berubah. Petani harus punya sistem pertanian perihal bagaimana menanam cabai di berbagai musim.

Dengan pemahaman ini, petani tidak mengalami kerugian saat panen melimpah dan saat musim hujan seperti ini juga tidak terlalu mengalami kendala. Proses edukasi ini menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Petani juga perlu diberikan edukasi oleh pemerintah terkait pentingnya membuat sistem pertanian sesuai dengan pranata mangsa, kondisi cuaca serta alam. Jadi ekosistem pasar juga baik,” kata Diah kepada satukanal.com.

Edukasi ini, lanjut Diah, juga meliputi analisa tepat terkait peramalan permintaan dari bulan-bulan. Analisa tepat terkait sistem pertanian khususnya cabai. Serta terjaminnya rantai pasok yang baik akan berdampak lebih baik.

“Untuk menjaga barang tetap ada di pasar otomatis harus menjaga supplier barangnya juga ‘kan?,” papar wanita berkaca mata ini.

Secara ekonomi, lanjut dia, ada hukum permintaan dan penawaran. Semakin sedikit barang beredar dan permintaan naik maka otomatis harga juga naik.

Banyak kendala yang harus dihadapi petani cabai ketika berhadapan dengan curah hujan tinggi/foto: Naviska Rahmadani

Sebenarnya petani telah berupaya menyalamatkan cabainya agar bisa menikmati mahalnya harga cabai. Wahyudi, petani asal Landungsari, Kabupaten Malang mengaku telah memberikan obat dan pupuk pada tanaman. Namun, menurut dia, banyak dari para petani juga mengeluhkan harga obat dan pupuk yang sangat mahal.

Sebelumnya, Pemerintah sendiri telah memberikan bantuan kepada para petani dengan menyediakan pupuk bersubsidi, tentunya harga juga terjangkau.

Namun, ketersediaan pupuk bersubsidi hanya dapat dibeli oleh para petani yang memiliki Kartu Tani.Sedangkan untuk para petani baru seperti Wahyudi, banyak yang tidak memiliki Kartu Tani. Pemberian obat dan pupuk untuk tanamannya juga menjadi kesulitan tersendiri. Karena harga pupuk nonsubsidi yang sangat mahal.

“Saya juga salah satu petani yang sulit mendapatkan bantuan pupuk subsidi, karena tidak memiliki Kartu Tani. Di sini saya hanya penggarap lahan milik orang lain yang tidak terpakai utnuk menanam cabai,” ujarnya.

Wahyudi menyampaikan beberapa solusi agar harga cabai kembali normal. Peran dari pemerintah sangat penting, selain faktor cuaca.

“Saya harap pemerintah mempermudah memberikan subsidi pupuk dan subsidi obat, lalu penting juga peran pemerintah untuk melakukan penyuluhan kepada para petani. Faktor cuaca juga sangat berpengaruh pada keberhasilan panen, tapi ‘kan cuaca hanya Tuhan yang bisa menentukan,” ungkapnya.

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait