Peristiwa Langka, Masyarakat Antre Melihat Gerhana Matahari di SLG | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
P_20191226_105437-940x528
BERITA HIGHLIGHT

Peristiwa Langka, Masyarakat Antre Melihat Gerhana Matahari di SLG

SATUKANAL, KEDIRI – Puluhan masyarakat berbaris di sekitar Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Mereka bergantian melihat gerhana matahari sebagian dari beberapa buah teleskop yang disediakan oleh Komunitas Astronomy Kediri (KAC), Kamis (26/12/2019).

Selain teleskop, KAC juga memberikan fasilitas kacamata khusus untuk melihat matahari saat gerhana secara langsung. Tak hanya itu, beberapa teleskop khusus untuk mengabadikan gerhana melalui gadget juga tersedia.

Sebanyak 10 anggota KAC juga ikut memandu masyarakat untuk melihat gerhana tersebut. Ketua KAC Kediri, Ulfa Zulaikha mengatakan ada beberapa cara melihat gerhana matahari. Yang pertama, dengan menggunakan teleskop dan kacamata khusus.

Untuk alat-alat yang digunakan oleh KAC sendiri telah dimodifikasi sedemikian rupa, agar tidak berbahaya jika digunakan untuk meneropong gerhana.

“Ini teleskop kita sudah dimodifikasi dipakaikan filte. Karena jika tidak, akan berbahaya dan dapat menyebabkan kebutaan,” jelas wanita yang akrab disapa Ulfa tersebut saat ditemui Satukanal.com di lokasi. 

Untuk kacamata, Ulfa menyebutkan dirinya memakai klise foto yang ditempelkan di sebuah frame kertas membentuk kacamata. Klise foto itu untuk melindungi mata dari sinar ultra violet dari pancaran gerhana. “Kalau tidak pakai teleskop bisa memakai kacamata khusus ini,” ungkapnya.

Selain itu Ulfa juga mengatakan, puncak gerhana matahari yang diperkirakan terjadi pada tengah hari ini, bisa dilihat jika tidak tertutup oleh awan.

Ia juga menyebut juga menyebut, di Kediri gerhana matahari hanya bisa dilihat sebagian. Persentasenya sekitar 64,8 persen saja.

Untuk bentuk utuh gerhana matahari cincin hanya bisa dilihat dari beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Utara.

“Perkiraan gerhana mulai pukul 11.01 WIB hingga puncaknya 12.58 sampai nanti pukul 15.00 kira-kira,” jelasnya.

Tak hanya memberikan fasilitas untuk melihat, komunitas tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gerhana. Itu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman berpikir masyarakat yang kadang tidak benar.

“Kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentunya tentang astronomi. Hal itu dilakukan untuk menghindari kabar hoax, kadang dari masyarakat itu kan mendengar kabar langsung dimakan mentah mentah tanpa disaring dahulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Zainab salah satu pengunjung yang ikut melihat melihat gerhana matahari mengaku penasaran dengan bentuk gerhana matahari ini.

Zainab mengaku hingga umur 40 tahun ini belum pernah melihat bentuk gerhana matahari secara langsung. “Selama ini ya hanya melalui televisi, dan gambar-gambar dari HP saja,” ucapnya.

Pewarta: M Ubaidhillah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait