Peringati Maulid Nabi Suku Osing Banyuwangi, Gelar Tradisi Endhog Endhogan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Peringati Maulid Nabi Suku Osing Banyuwangi, Gelar Tradisi Endhog Endhogan
Ndhog ndhogan yang akan di berikan kepada warga
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Peringati Maulid Nabi Suku Osing Banyuwangi, Gelar Tradisi Endhog Endhogan

SATUKANAL.com, BANYUWANGI – Setiap maulid nabi besar muhammad SAW, warga Banyuwangi menggelar tradisi unik yaitu tradisi endhog endhogan (telur) yang di arak keliling kampung.

Saat Maulid Nabi, Tradisi endhog endhogan tersebut sudah di lakukan warga Suku Osing sejak Ratusan tahun lalu, ribuan telur tersebut dihias dalam potongan bambu kecil dibungkus dengan kertas warna hingga menyerupai bunga Lalu ditancapkan di barang pohon pisang lalu di arak keliling kampung. Biasanya satu barang pohon berisikan 80 telur.

Tahun ini 12 Rabiul Awal jatuh di hari Kamis (29/10/2020). Di Masjid Jami’ Daarul Arham dusun Kunir desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh Banyuwangi ini Maulid Nabi tetep di gelar dengan menerapkan prokes yang ada, mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak.

Baca Juga :  Pisah Dari Satpol PP, Damkar Jadi Dinas Sendiri

Ketua panitia maulid Nabi Muhammad moh. Mahsun mengatakan Setiap warga yang datang harus mematuhi prokes yang ada mengingat di masa pandemi.

“Tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu mas, jika tahun lalu banyak tamu dari luar kampung sebelah yang datang untuk ikut maulid nabi di masjid kami, tapi sekarang tidak boleh, dan warga kampung Kunir yang datang pun harus mematuhi protokol kesehatan” ungkapnya.

Ider bumi atau arak arakan pun tidak di gelar, lanjut Mahsun biasanya tahun kemarin di arak sekarang hanya baca sholawat di masjid saja.

“Jika tahun lalu diarak keliling kampung dengan diiringi sholawat Serta hadrah, namun kini hanya gelar sholawat asrokolan saja di masjid, bentuk penghormatan kelahiran Nabi kita Baginda Rasulullah” pungkasnya.

Baca Juga :  Intensitas Curah Hujan Tinggi di Banyuwangi Dipicu Oleh La Nina

Ada filosofi yang terkandung dalam tradisi endog-endogan ini. Telur sebagai simbol terdiri dari tiga lapis, yakni kulit, putih telur dan kuning telur. Kulit telur diibaratkan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang muslim,

Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT. Lalu kuning telur melambangkan keihsanan, memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Sang Pencipta alam semesta.

Pewata: Abdul Konik
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait