Peringatan Hari Perempuan Internasional, Terhalang Operasi Yustisi di Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Peringatan Hari Perempuan Internasional, Terhalang Operasi Yustisi di Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Peringatan Hari Perempuan Internasional, Terhalang Operasi Yustisi di Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI– Hari perempuan Internasional tanggal 8 Maret, diperingati oleh gabungan mahasiswa antar kampus yang ada di wilayah Kediri, Senin (8/3/2021).

Sejumlah 15 mahasiswa hendak melakukan rencana aksi Hari Perempuan Internasional dengan membagi selebaran, orasi, dan teaterikal. Namun aksi tersebut gagal. Sebab di lokasi yang sama sedang berlangsung kegiatan operasi yustisi gabungan TNI-Polri dan Satpol-PP di Bundaran Sekartaji, Kota Kediri.

“Tetap ada kecewaaan yang timbul dari masa aksi. Rencananya melakukan aksi bagi selebaran, orasi, dan teaterikal,” kata Koordinator Aksi Sigit, ke satukanal.com.

Dia mengungkapkan Hari Perempuan Internasional wajib untuk diperingati sebagai perjuangan untuk memotivasi kaum perempuan agar lebih baik. Apalagi data kondisi saat ini masih mengakar dengan budaya patriarki di Indonesia.

Baca Juga :  Baru, Persik Kediri Kontrak 22 Pemain

Untuk kasus-kasus di Kediri, disebutkan budaya patriarki yang ada, belum ada kesetaraan upah buruh petani perempuan. “Kawan-kawan kemarin mendapatkan data upah buruh petani perempuan, dibayar antara 30, sampai 35 ribu. Dan yang laki-laki 35, sampai 50 ribu,” jelasnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Kota (Polresta) Kediri, Kompol Abraham Sisik, menyampaikan telah melakukan himbauan kepada para aksi untuk mentaati peraturan undang-undang pemerintah.

Melalui peraturan undang-undang yang ada, disebutkan belum boleh melakukan kegiatan yang berpotensi mendatangkan masa. “Saya ingin Kota Kediri selamat dari Covid-19. Kami melakukan kegiatan yustisi dari pagi, sampai malam yang harus dipatuhi,” tuturnya.

Baca Juga :  Bulog Cabang Kediri Optimalkan Serapan Gabah Beras di Panen Raya 2021

Diketahui beberapa tuntutan yang disebutkan, saat pembagian selebaran press release, yakni Pengesahan RUU PKS, menghentikan diskriminasi terhadap perempuan, mewujudkan reforma agraria dan pembangunan industrialisasi Nasional.

Selanjutnya mewujudkan pendidikan ilmiah, demokratis, serta mengabdikan ke rakyat. Terakhir menolak pemberlakuan atas pengesahan UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

 

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait