Peralihan Musim, Cabai Rawit Kebanyakan Layu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Peralihan Musim, Cabai Rawit Kebanyakan Layu
Banyak cabai yang layu yang tampak dari tanaman cabai para petani (Foto: Wildan Agta/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Peralihan Musim, Cabai Rawit Kebanyakan Layu

Satukanal.com, Malang – Kala musim penghujan, dinilai banyak merugikan petani cabai rawit seperti halnya petani cabai di Kabupaten Malang. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan terlalu banyak kadar air yang terserap tanaman. Menyebabkan tanaman mudah busuk dan berimbas ke hasil panen para petani.

Dari hasil panen cabai rawit para petani yang kebanyakan layu, mengharuskan petani setempat bekerja lebih ekstra, dengan memberikan perawatan secara maksimal agar kualitas hasil panen cabai nya tetap terjaga.

Meskipun para petani telah berupaya semaksimal mungkin mempertahankan kualitas cabainya hingga panen. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman cabai rentan terserang hama. Sehingga, cabai yang dihasilkan kondisinya juga tidak bagus sehingga tidak dapat dipasarkan.

Baca Juga :  10 Ribu Siswa di Kediri Dipastikan Tak Masuk SMPN

Tak hanya rentan saat musim hujan tiba, peralihan musim kemarau juga turut menyebabkan beberapa keluhan dari para petani cabai seperti, layunya cabai rawit.

Kondisi cabai yang layu disebabkan lantaran kurangnya pasokan air. Hal ini diungkapkan, oleh salah satu petani cabai rawit di Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Sulastri, “Cabainya jadi layu seperti ini. Karena kekurangan air,” ujarnya kepada Satukanal.com Kamis (27/5).

Disaat peralihan musim kemarau seperti saat ini, Sulastri hanya mengharapkan hujan datang karena pengairan pun tidak dapat menjangkau lahannya. Sulastri mengungkapkan jika turun hujan seminggu sekali saja, maka tanaman akan bisa lebih sehat. Pastinya lebih berpengaruh ke hasil panen cabai yang baik.

Baca Juga :  Tiga Kali Gempa Susulan, BMKG Terima Laporan Kerusakan Rumah

Sementara itu, dari hasil pantauan Satukanal.com, Harga cabai rawit di pasaran kini masih stabil pada harga Rp 20 ribu perkilogram. Penurunan harga tersebut jauh dibandingkan sebelum Bulan Ramadan yang bisa mencapai Rp 100 ribu bahkan 120 ribu setiap kilonya.

Melihat kondisi panen cabainya yang masih mengalami penurunan, Sulastri berharap agar harga bisa membaik lagi. “Semoga naik lagi agar biaya perawatan bisa tertutup,” harapnya.

 

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait