Penyidikan Kredit Macet BPR Kota Kediri, Kerugian Mencapai 2,4 Milyar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Penyidikan Kredit Macet BPR Kota Kediri, Kerugian Mencapai 2,4 Milyar
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Penyidikan Kredit Macet BPR Kota Kediri, Kerugian Mencapai 2,4 Milyar

Satukanal.com, Kediri – Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Kota Kediri, terjerat dugaan kasus tindak pidana korupsi oleh dengan asumsi kerugian mencapai 2,4 Milyar. Saat ini memasuki tahap penyidikan Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri, Sofyan Selle, mengatakan telah melakukan penahanan sejumlah dua tersangka yakni inisial IN selaku Mantan AO (Account Officer) dan Inisial ID sebagai Debitur. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dengan pengembangan alat bukti yang sah.

“Modus tersangka dengan cara merekayasa dan manipulasi data. Kerjasama dengan AO melalui analisa kredit yang tidak benar. Didapatkan kredit yang tidak benar dan melanggar prinsip ke hati-hatian perbankan,” ungkap Sofyan, kepada Satukanal.com, Selasa (19/01/2021).

Baca Juga :  Harga Kedelai Eceran di Kediri Sentuh Rp 15 Ribu, Disdag Kediri Berencana Lakukan Ini

Dia juga menyampaikan banyaknya kasus kredit macet di PD BPR Kota Kediri, didapati pelaporan dari masyarakat. Selanjutnya, kasus akan ditindak lanjuti secara hukum, supaya memberikan kredit modal kerja lebih baik dan berhati-hati.

Pihaknya melakukan penyidikan dengan debitur kredit diatas 250 juta, sampai 600 juta. Tentunya, proses kreditur dicapai dengan tahapan yang tidak dibenarkan akan dikembangkan dan dilakukan pendalaman. Kasus tersebut melanggar Undang-undang (UU) Perbankan, tindak pidana korupsi Pasal 2 dan 3, Nomor 31, 99 tahun 2021, pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga :  Disdik Kediri: PPDB 2021 Akan Dikoordinir Sekolah Asal

“Juga Ada feedback, dan kita masih kearah sana. Pemberian kredit ini terdapat banyak alat bukti. Dengan penyidikan selama 20 hari. Lebih lanjut penambahan 40 hari,” tambahnya.

PD BPR Kota Kediri tercatat masih pertama kali dilakukan penyidikan penegakan hukum. Penyidikan tindak pidana korupsi penyaluran kredit modal kerja dilakukan dari 2016 sampai 2019.

“Kejaksaan Negeri Kota Kediri sudah berupaya melakukan pencegahan dan pendampingan Pemda maupaun BUMD. Demi mendorong relokasi anggaran barang dan jasa, penyelenggaraan Bansos, dan semua bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait