Penyekatan Larangan Mudik di Mojokerto Mulai Beroperasi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Penyekatan Larangan Mudik di Mojokerto Mulai Beroperasi
HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Penyekatan Larangan Mudik di Mojokerto Mulai Beroperasi

SATUKANAL.com, MOJOKERTO– Sejumlah pos penyekatan larangan mudik mulai beroperasi di berbagai jalan raya menuju kota atau kabupaten Mojokerto.

Penyekatan jalan tersebut diberlakukan menyusul kebijakan dari Pemerintaah Pusat maupun Pemerintah Daerah terkait laarangan mudik Idul Fitri 2021 untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Pemerintah daerah (Pemda) Kota dan Kabupaten Mojokerto sepakat menjalankan aturan larangan mudik pemerintah pusat 22 April hingga 24 Mei 2021. Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Fitria Wijayanti mengatakan, sebelumnyya pemerintah telah menerapkan larangan mudik saat Idul Fitri pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Akan tetapi, penyekatan dilakukan lebih awal mulai 22 April hingga 26 Mei 2021 karena dikhawatirkan potensi penyebaran Covid-19 varian baru. Adapun pos penyekatan ditempatkan di ruas jalan akses menuju Kota Mojokerto yaitu perbatasan di Simongagrok, perbatasan Dawarblandong dengan Lamongan.

“Ada tujuh titik pos penyekatan yaang berfungsi untuk mengantispasi masyarakat dari luar daerah agar tidak mudik dalam kondisi Pandemi Covid-19,” ungkapnya, Senin (26/04/2021).

Baca Juga :  Awas! Nekat Mudik Akan Kena Tilang

Satlantas Polres Mojokerto Kota juga akan bersinergi dengan Dishub Provinsi dalam pengawasan di Terminal Kertajaya gunaa mengantispasi pemudik dini hari dari luar daerah. Sekaligus pengawasan terkait larangan transportasi beroperasi pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

“Kita juga standby berkoordinasi dengan PJR Ditlantas Polda Jatim untuk menjaga di dua exit tol yang adaa di wilayah Polresta Mojokerto yakni exit tol Penompo dan exit tol Mojokerto barat di Gedeg,” terangnya.

Lebih lanjut, bagi pelanggar nekat mudik akan diberlakukan tindakan tegas khususnya travel gelap yang memasuki wilayah Polresta Mojokerto. “Pos penyekatan diaga oleh anggota selama 1×24 jam, sehingga jika ada travel gelap nekat beroperasi pasti akan ada penindakan tegas hingga sanksi tilang dan diminta putar balik,” ucapnya.

Baca Juga :  Lebaran 2021 Pekerja Diperbolehkan Mudik, Simak Syaratnya!

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, pihaknya menghimbau masyarakat agar tidak mudik. Saat ini kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan untuk silahturahmi dengan keluarga maupun kerabat melalui video call atau zoom untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Satgas Pengamanan Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran nomor 13 tahun 2021 tentang pelarangan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H.

Hal ini bertujuan sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 khususnya di Mojokerto. “Jadi mulai 22 April sampai 24 Mei 2021 maka larangan muudik lebaran secara resmi diberlakukan,” terangnya.

Apalagi jika mengingat pengalaman tahun sebelumnya, imbuhnya, setiap ada libur panjang mengakibatkan lonjakan penyebaran Covid-19 termasuk libur lebaran tahun 2020 kemarin ataupun jelang natal dan tahun baru.

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait