Penjualan Orange Cake Terpuruk di Tengah Pemberlakuan PPKM - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Penjualan Orange Cake Terpuruk di Tengah Pemberlakuan PPKM
Salah satu pelanggan Orange Cakes sedang mencicipi cita rasanya (Foto: Siti Rodiah)
BERITA Kanal Artikel

Penjualan Orange Cake Terpuruk di Tengah Pemberlakuan PPKM

Satukanal.com, Batu – Pemberdayaan kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bumiaji berhasil menciptakan inovasi olahan kue dari buah jeruk yang bernama Orange Cake. Adanya inovasi ini juga tidak terlepas dari peranan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berusaha meningkatkan potensi wilayahnya dan perekonomian warga.

Siti Rodiah selaku koordinator produksi Orange Cake menceritakan bahwa inovasi olahan berbahan dasar buah berwarna orange itu ada lantaran melimpahkanya panen jeruk pada pertengahan 2019. “Melihat produksi jeruk yang melimpah, kami mencari cara agar buah ini dapat dikonsumsi dalam bentuk olahan. Juga, sebagai oleh oleh khas dari Bumiaji,” ujarnya.

Ia menyebut, jika pihaknya dan menggunakan buah apel sebagai bahan baku dikarenakan menipisnya panen kala itu. Selain itu, biaya produksi dan perawatan apel yang tidak memadahi membuat banyak petani banting setir menjadi petani jeruk.

Orange Cake ini dihargai  Rp 25.000 per kotaknya.  Kue ini juga mempunyai empat varian rasa yaitu keju, keju jeruk, keju lemon, serta marmalade. Menariknya, pembuatan kue ini tidak menggunakan sistem stok. Sehingga, jika ingin membeli kue ini harus memesannya terlebih dahulu.

Baca Juga :  Mulai 24 September 2021, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

Terkait proses pembuatan, Siti mengatakan bahwa produksinya masih ditangani oleh pengurus harian PKK Desa, di bawah naungan Bumdes. Menurutnya, kue ini juga tidak menggunakan bahan pengawet apapun.

Meski begitu, kue ini bisa bertahan selama 3 hari di suhu ruangan dan seminggu di dalam kulkas. “Kami ingin punya outlet Orange Cake. Jadi, kami dapat terus berinovasi dalam pengembangan produk. Agar nanti, kami juga bisa menyerap tenaga kerja lebih,” imbuhnya

Namun, kondisi perekonomian yang masih belum kondusif sampai sekarang, memicu penurunan pesanan dari pelanggan. Angan-angan mereka untuk membuat toko harus tertunda sampai waktu yang belum dapat ditentukan.

Baca Juga :  Pemkot Malang Pastikan Tes SKD CPNS Tetap Berjalan Lancar

“Sebenarnya kami sudah memiliki stan di Pasar Wisata Desa, Pasar Rohjoyo, yang bekerjasama dengan Batu Love Garden (Baloga). Tapi, pasar lagi ditutup karena pembatasan. Selama bulan Juni-Juli ini, kami zonk, tidak ada produksi sama sekali” ungkapnya kecewa.

Adanya penyekatan dan pembatasan di berbagai wilayah juga membuat banyak sektor terdampak. Seperti halnya, usaha Orange Cake tersebut. Masyarakat seakan juga dihadapkan pada kondisi yang tak berimbang, dimana kebutuhan pokok harus tetap terpenuhi. Sementara pendapatan yang diperoleh sangat minim.

Kondisi itu tentu semakin sulit. Siti pun menyebut bahwa berkompromi adalah pilihan tepat saat ini. “Untuk situasi ini semoga segera berakhir, agar para pelaku usaha bisa bangkit kembali. Kasian, rakyat hanya bisa menjerit, terhimpit oleh aturan” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Yulsa Zenna
Editor : Chosa, Adinda

 

    Kanal Terkait