Penjual Takjil di Perumahan Oma Campus Dau Sumbang Kemacetan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Penjual Takjil di Perumahan Oma Campus Dau Sumbang Kemacetan
BERITA HIGHLIGHT

Penjual Takjil di Perumahan Oma Campus Dau Sumbang Kemacetan

Satukanal.com, Malang – Memasuki hari ketiga Ramadhan 1442 Hijriyah, penjual takjil mulai banyak ditemui salah satunya di Perumahan Oma Campus Dau, Kabupaten Malang.

Para penjual makanan berbuka puasa atau takjil tersebut tampak mengisi gerbang depan Perumahan Oma Campus Dau. Banyaknya masyarakat yang mendatangi lokasi ini juga turut menyebabkan kemacetan.

Meskipun lapak para pedagang sudah ditata di sisi jalan, pada praktiknya beberapa pedagang menggelar lapak menjorok ke badan jalan. Banyak dari para pembeli pun sembarangan memarkirkan kendaraanya. Hal tersebut mengakibatkan kendaraan yang lewat tak dapat melintas dan terciptanya kemacetan.

Sementara itu, pada Bulan Ramadhan 2021 yang berlangsung ditengah pandemi Covid-19. Pemerintah pun telah memberikan himbauan kepada seluruh warga agar patuh pada protokol kesehatan (prokes).

Namun, dari hasil pantauan Satukanal.commasih banyak warga seperti penjual maupun pembeli yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dilanggar salah satunya dengan tidak meggunakan masker.


Padahal kita ketahui bahwa penggunaan masker dimasa pandemi Covid-19 sangatlah penting dan diwajibkan. Masker juga menjadi salah satu cara ampuh untuk meminimalisir penularan virus Covid-19 dari satu orang ke orang lainnya.

Baca Juga :  Ramadhan 2021 Diskon Pajak Kendaraan Berlaku Hingga 24 Juni, Jangan Terlewat!

Selain banyak warga yang kedapatan tidak menggunakan masker, banyak pembeli yang rela berdesak-desakan dengan pembeli lain. Padahal masyarakatpun telah diwajibkan untuk menjauhi tempat yang berpotensi kerumunan dan saling menjaga jarak.

Sementara itu, Shinta yang merupakan salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi tersebut menjelaskan, kondisi Oma Campus pada saat menjelang berbuka puasa memang sangat ramai.

Ia mengatakan, para pembeli berburu takjil untuk keperluan berbuka puasa mereka. Ia juga mengaku, pada hari ketiga puasa ini sering memberi makanan maupun minuman untuk berbuka puasa di lokasi ini.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini juga turut menyayangkan, karena masih banyak warga yang enggan menggunakan masker. “Padahal pakai masker sekarang wajib, tapi disini masih banyak dari pedagang dan pembeli yang tidak pakai masker” ujarnya.

Shinta juga mengatakan, beberapa lokasi yang menimbulkan keramaian seharusnya mendapatkan pantauan khusus dari pihak yang berwenang agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

“Seharusnya, tau tempat ramai seperti ini, ada pihak berwenang yang mantau, jadi semua supaya taat prokes. Kalau seperti ini kan takutnya bisa jadi klaster baru penyebaran Covid-19” jelas Shinta.

Baca Juga :  Gelar Hari Kartini di KBP, Dorong Perempuan Muda Peduli

Sementara itu, Tika yang merupakan salah satu penjual takjil mengungkapkan bahwa, Pada Ramadhan 2021 ini pembeli sangat ramai mengunjungi lapak yang ia buka.

Tika menyampaikan, pendapatan perharinya terus mengalami peningkatan. Tak hanya itu, berapapun barang dagangan yang ia siapkan dari rumah, selalu ludes terjual.

“Alhamdulillah meskipun lama terjualnya, tetapi barang dagangan yang saya bawa dari rumah selalu habis. Pendapatan perhari juga terus mengalami peningkatan” jelas Tika.

Pada saat menjajakan barang dagangannya, Tika beserta anaknya juga selalu menggunakan masker. “Karena saya akan bertemu dengan orang banyak ya, jadi harus pakai masker. Meskipun tidak ada pengawas, masker tetap wajib dipakai. Soalnya untuk keselamatan diri sendiri juga” tuturnya.

Sebagai informasi, menurut hasil pemantauan Satukanal.com, macetnya kawasan tersebut hanya sampai menjelang berbuka puasa saja. Usai sholat Magrib, kawasan Perumahan Oma Campus juga tampak sepi pedagang dan pembeli. Sehingga kondisi jalan pun juga kembali berangsur normal.

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait