SATUKANAL.COM
Peningkatan Ekonomi Kuartal III
COVID-19 EKONOMI STRAIGHT NEWS

Peningkatan Ekonomi Kuartal III Untuk Menghindari Resesi

SATUKANAL, NASIONAL – Peningkatan Ekonomi Kuartal III Untuk Menghindari Resesi. Terhitung dari bulan maret sampai saat ini sudah 6 bulan pandemik virus corona melanda Indonesia. Keberadaan virus corona selama ini memberikan beberapa dampak diberbagai sektor di Indonesia.

Sektor kesehatan menjadi fokus utama dalam menangani pandemik corona, dalam masa pandemik corona ini pemerintah Indonesia banyak mengeluarkan kebijakan yang berfokus pada sektor kesehatan, kebijakan seperti penyedian APD untuk tenaga kesehatan, perlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan beberapa kebijakan lainnya yang bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

Beberapa bulan terakhir ini sektor kesehatan terus diberi perhatian utama karena disisi lain keberadaan virus di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dari data satgas covid jumlah masyarakat Indonesia yang terkena covid per 24 Agustus 2020 menyentuh angka 153.535 orang.

Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus covid tertinggi di Asia, namun disisi lain tingkat kesembuhan dari covid-19 sebanyak 107.500 orang.

Permasalahan virus corona ini juga berimbas kepada sektor ekonomi Indonesia, dari data BPS (Badan Pusat Statistik) pada kuartal II, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,32%, penurunan pada kuartal II tidak bisa terlepas dari penuruan yang terjadi dibeberapa sektor industri misalnya transportasi dan pariwisata, dua sektor ini mengalami penurunan karena menurunya tingkat konsumstif masyarakat dalam prihal perjalanan dan wisata.

Baca Juga :  Sektor Pariwisata Indonesia dalam Pusaran Pandemi

Hal ini menjadi sangat penting diperhatikan oleh pemerintah karena jika kondisi perekonomian, tetap dibiarkan begini dan kemungkinan akan mengalami penurunan di kuartal ke III, maka bukan tidak mungkin perekenomian di Indonesia akan mengalami resesi.

Terjadinya resesi sangat perlu dihindari, karena akan berpengaruh pada perekonomian negara, beberapa dampak dari terjadinya resesi diantaranya akan semakin tingginya angka pengangguran karena meningkatkan angka PHK di Indonesia.

Resesi yang terjadi tidak terlepas dari beberapa kebijakan yang diambil pemerintah, PSBB menjadi salah satu kebijakan yang dapat memicu PHK karena membuat masyarakat lebih lama berdiam diri dirumah dan menurunkan angka konsumtif masyarakat sehingga penjualan produk dari beberapa indistri seperti manufactur mengalami penurunan, selain itu dengan beradanya masyarakat dirumah juga berpegaruh pada sektor pariwisata dan perhotelan karena sektor ini membutuhkan pergerakan dari masyarakat yang datang untuk berwisata.

Baca Juga :  Pariwisata di Kabupaten Kediri Masih Bersiap Menghadapi Era New Normal

Memasuki kuartal ke III pemerintah perlu lebih memfokuskan kebijakan kepada sektor ekonomi utamanya kebijakan pada sektor wisata dan transportasi, melihat presentase kesembuhan dari virus corona sebesar 70%, perkembangan positif ini bisa dijadikan acuan untuk pemerintah berani membuat kebijakan baru yang bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Kebijakan seperti mempromosikan kembali keamanan transportasi dan tempat wisata bisa menjadi poin penting. Beberapa kebijakan yang mungkin bisa diterapkan dalam sektor transportasi, seperti penyedian bilik untuk penyemprotan gas diinfektan untuk penumpang yang akan melakukan perjalanan, mewajibkan transportasi umum menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu penumbuhan kembali kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan transportasi dan pariwisata. Dalam penumbuhan kepercayaan masyarakat bisa dilakukan dengan cara pemberitaan positif mengenai permasalahan corona, misalnya lebih menganggakat berita tentang tingkat kesembuhan dari orang yang terpapar virus corona.

Kontributor: Muhammad Ruhul Qudus
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait