Peninggalan Masa Tertua Kediri, Situs Tondowongso Jadi Prioritas BPCB Jatim - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Peninggalan Masa Tertua Kediri, Situs Tondowongso Jadi Prioritas BPCB Jatim
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Peninggalan Masa Tertua Kediri, Situs Tondowongso Jadi Prioritas BPCB Jatim

SATUKANAL.com, KEDIRI – Situs Tondowongso menjadi prioritas pelestarian dari Tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Hal tersebut menjadi sangat penting, sebab Situs tersebut merupakan salah satu bukti nyata keberadaan Kerajaan Kadiri.

Situs Tondowongso terletak di area persawahan Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Penilaian prioritas pelestarian Situs dilihat dari beberapa aspek seleksi tingkat wilayah Jawa Timur.

Secara kewilayahan Situs ini menjadi satu-satunya yang berhasil diindentifikasi dari masa Kerajaan Kadiri. Apabila dibandingkan dengan situs-situs yang lebih populer berasal dari masa-masa tahun yang lebih muda.

“Bagi kita BPCB Jatim. Secara kewilayahan, situs Tondowongso ialah satu-satunya yang berhasil diidentifikasi berasal dari masa Kerajaan Kadiri. Yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, atau Kediri Raya,” kata Ahmad Hariri, Staff BPCB Jatim, ke Satukanal.com, (19/2/2021).

Baca Juga :  Tahun Baru Imlek, Tanpa Barongsai dan Wayang Potehi

Dan bila dilihat dari segi agama, Situs Tondowongso merupakan sebuah komplek candi peribadatan. Pada masanya merupakan tempat masyarakat melakukan ritual keagamaan. Sehingga apabila di revitalisasi, perlu adanya kajian lebih lanjut.

Sebab penemuan situs Tondowongso ditemukan bukan lagi berbentuk monumen aktif (Living Monument), tetapi telah tidak berbentuk (Dead Monument). Selanjutnya Tim BPCB akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, untuk melanjutkan pembangunan pelestarian Situs .

Sementara itu Kasi Museum dan Purbakala Disparbud Eko Priatno, mengatakan Situs Tondowongso telah menjadi identitas kebudayaan Kabupaten Kediri. Hal terpenting dari Situs yakni terdapat simbol Siwa Catur Muka, setelah dilakukan identifikasi melalui ilmu ekonografi.

Baca Juga :  Pelajar Kediri, Suskes Kembangkan 'Daun Kelor' Menjadi Produk Coklat

“Mungkin kalau di Indonesia masih jarang terjadi seperti itu. Dan itu aspek penting dari ilmu pengetahuan. Kita jadi tau, ada sekte apa yang berkembang pada abad itu,” ucap Eko.

Kemudian secara ekonomi, Eko mengupayakan lokasi Situs dapat menjadi destinasi kebudayaan. Sebagai aset kepemilikan pemerintah daerah, pihaknya mengoptimalkan dengan harapan bermanfaat bagi masyarakat. Serta menghilangkan stigma lokasi terbengkalai.

“Salah satunya menghilangkan stigma terbengkalai itu. Kita tahap awal lagi strategi untuk dilakukan revitalisasi dahulu,” tutup Eko.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait