SATUKANAL.COM
Penikmat Tembakau Lintingan Perlu Perhatikan Aturan Bea Cukai ini
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Penikmat Tembakau Lintingan Perlu Perhatikan Aturan Bea Cukai ini

SATUKANAL.com, KEDIRI – Direktorat Jendral Bea Dan Cukai Kediri, berikan peringatan ancaman sanksi tindak pidana, bagi penjual tembakau lintingan yang tidak sesuai dengan aturan dalam PMK-134/PMK.04/2019.

Hal tersebut di ungkapkan setelah kegiatan sosialisasi dan Edukasi Penegasan Pemberlakuan PMK-134/PMK.04/2019 tentang perubahan atas PMK-94/PMK.04/2016 tentang Pemberitahuan BKC yang selesai dibuat oleh Direktorat Jendral Bea Dan Cukai Kediri dengan para pedagang dan komunitas  tembakau Kediri di kedai Istana Tembakau Kediri, Sabtu(10/10/2020).

Hendratno selaku Plt Kasi Penyuluhan dan Informasi, mengatakan ancaman sanksi yang diberikan minimal satu sampai empat tahun, tergantung bentuk pelanggaran tersebut.

“Sebenarnya kalau kita ancamannya ada satu tahun minimal, sampai empat tahun. Kalau misalnya jual bodong itu bisa sampai sepuluh kali nilai cukai,” katanya.

Namun dalam proses penerapan aturan tersebut, tidak serta-merta diberlakukan. Ia akan akan berusaha memberi pembinaan dan sosialisasi bagi para pedagang tembakau maupun masyarakat.

Baca Juga :  Pemain Persik Kediri Incar Usaha, Selain Sepak Bola

Ia mengungkapkan telah mensosialisasikan melalui beberapa media cetak maupun elektronik mengenai peraturan tersebut, termasuk pada kegiatan sosialisasi yang dilakukan pada hari ini(10/10/2020).

Dalam kegiatan sosialisasi dijelaskan, ada Tiga kriteria pokok dalam aturan pelarangan tersebut. Perihal ini objek larangan yang berkaitan peraturan cukai tembakau dalam pengawasan ketika tembakau rajang (dari petani) yang di iris hingga di perjual-belikan. Sehingga tembakau iris yang di masukkan dalam kemasan, dalam arti ada unsur usaha pengolahan.

“Kriteria pertama kalau penjual eceran, dia tidak lebih dari 2,5 Kilogram. Kedua, dikemas sesuai fungsi untuk melindungi produk. Dan yang ketiga nilai kemasan dapat menambah nilai produk,” jelasnya.

Sehingga diperbolehkan jual beli tembakau iris untuk para pedagang, apabila berat tembakau dibawah 2500 gram, serta tembakau tidak dalam kondisi iris dalam kemasan penjualan.

Baca Juga :  DPRD Tolak Tuntutan, PMII Kediri Ancam Lakukan Demo Lebih Besar

Ia mengatakan publikasi aturan ini akan terus disampaikan ke masyarakat, meskipun terkendala pandemi covid-19.

“Kita berusaha ada pembinaan kepada masyarakat yang tidak tahu, sebenarnya  kita juga menyampaikan lewat radio dan media sosial. Memang agak berkurang, karena memang dalam masa pandemi. Namun kita akan terus publikasi besar-besaran. Jangan lupa follow IG nya kantor Bea Cukai Kediri,” tutupnya.

Sementara itu, Agusta Danang Prufianto mengungkapkan, sudah cukup jelas untuk pemahaman sosialisasi, namun masih menunggu kajian ulang terkait legalitas kemasan bagi pedagang eceran.

“Jadi untuk sosialisasi yang tadi kita sudah cukup jelas, tapi memang ada beberapa poin yang sampai saat ini masih mengambang. Untuk kemasan eceran, disarankan untuk kemasan tradisional seperti apa. Tadi sudah kami usulkan untuk tas kresek, tapi masih menunggu untuk dikaji terlebih dahulu,” pungkasnya.

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait