Penghapusan Syarat Rapid Test Untuk Penumpang Bus dan Kapal Penyeberangan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Penghapusan Syarat Rapid Test Untuk Penumpang Bus dan Kapal Penyeberangan
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Penghapusan Syarat Rapid Test Untuk Penumpang Bus dan Kapal Penyeberangan

SATUKANAL.com, NASIONAL – Kementrian Perhubungan (KemenHub) mengeluarkan aturan baru yaitu penghapusan syarat rapid test untuk penumpang bus dan kapal penyeberangan. Kemenhub juga tidak mewajibkan para pengguna transportasi umum yang akan keluar kota seperti, angkutan darat yakni bus dan angkutan laut yakni kapal penyeberangan untuk menunjukan hasil rapid test atau PCR. Aturan peniadaan syarat tersebut telah diberlakukan di hampir semua rute dari berbagai daerah.

Seperti yang ada dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dijelaskan bahwa setiap orang yang melakukan perjalanan tidak akan diwajibkan untuk melakukan rapid test, pengecekan kesehatan dari para penumpang akan difokuskan di pintu masuk setiap akan memasuki trasportasi umum.

Direktur Jendral Perhubungan Darat Budi Setyadi menyampaikan bahwa, kewajiban melakukan rapid test bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan darat masih akan diberlakukan bagi penumpang yang bertujuan ke Bali saja. Kewajiban rapid test masih diberlakukan dikarenakan Bali masih menjadi wilayah yang tinggi untuk kasus Covid-19. Masyarakat yang akan menuju ke Bali menggunakan angkutan darat, diwajibkan untuk tetap menunjukan hasil rapid test di area Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Baca Juga :  Menakar Dinasti Politik Dalam Pilkada Serentak 2020 Antara Hak Konstitusional Sesama Warga Negara Indonesia

Meskipun aturan rapid test tidak diwajibkan bagi beberapa transportasi umum kendati begitu, bukan berarti protokol kesehatan bagi para penumpang bus dan kapal penyeberangan diabaikan. Pengecekan kesehatan setiap penumpang akan tetap dilakukan pada lokasi seperti terminal, pelabuhan, atau di dalam armada, hal tersebut berfungsi agar penyebaran penularan kasus Covid-19 tidak meningkat kembali.

Pihak Kementerian Kesehatan melakukan upaya untuk dapat melacak kasus Covid-19 yang akan dilakukan di area pintu masuk atau area perbatasan, dengan memberlakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • ¬†Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan (awak/personel, penumpang) khususnya yang berasal dari wilayah/negara dengan transmisi lokal, melalui pengamatan suhu dengan thermal scanner maupun thermometer infrared, pengamatan tanda dan gejala, maupun pemeriksaan kesehatan tambahan.
  • Melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan pada penumpang transportasi umum.
  • Jika ditemukan pelaku perjalanan yang terdeteksi demam melalui thermal scanner atau thermometer infrared maka dipisahkan dan dilakukan wawancara serta dievaluasi lebih lanjut.
  • Jika ditemukan pelaku perjalanan terdeteksi demam dan menunjukkan gejala-gejala pneumonia di atas alat angkut berdasarkan laporan awak alat angkut, maka petugas KKP akan melakukan pemeriksaan dan penanganan ke atas alat angkut dengan menggunakan APD yang sesuai
Baca Juga :  Prediksi Isu-Isu Krusial dalam Pilkada tahun 2020 di tengah Pandemi Covid-19

Direktur Jendral Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan bahwa, peniadaan rapid test atau PCR untuk penumpang transportasi umum hingga kini sedang dilakukan pengecekan secara internal, terkait kemungkinan peniadaan prosedur rapid test atau PCR. Pembahasan peniadaan syarat tersebut masih tengah berlangsung dan dibahas bersama dengan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 dengan meminta sejumlah pandangan dari unsur lain.

Libur panjang pekan ini perlu adanya peningkatan pengawasan protokol kesehatan. Meskipun peniadaan syarat rapid test atau PCR bagi masyarakat yang menggunakan angkutan umum, masyarat tetap diwajibkan untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang wajib dilakukan yakni 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu pengawasan diarea terminal, pelabuhan, atau di dalam armada juga tetap diberlakukan dengan ketat oleh para petugas.

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait