Pengasuh Ponpes Kediri Lakukan Penelitian Pohon Kurma di Kabupaten Kediri, Akhirnya Menuai Hasil | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pengasuh Ponpes Kediri Lakukan Penelitian Pohon Kurma di Kabupaten Kediri, Akhirnya Menuai Hasil
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pengasuh Ponpes Kediri Lakukan Penelitian Pohon Kurma di Kabupaten Kediri, Akhirnya Menuai Hasil

Satukanal.com, Kediri – Pengasuh  Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, berhasil melakukan pengembangan budidaya pohon kurma di kondisi wilayah Kabupaten Kediri, melalui penelitian selama Lima tahun, Kamis (12/11/2020).

Penelitian tersebut dilakukan, bertujuan untuk menciptakan variasi produk pohon kurma tumbuh di wilayah Kabupaten Kediri. Dimulai sejak tahun 2016, dengan sebanyak lebih dari 1200 pohon. Hingga pada tahun 2020 ini, mampu tumbuh dan berbuah.

“Kalau rasanya lebih Indonesia ya, biasanya kalau buah kurma ajjwa agak pahit. Tapi kalau ini sesuai dengan lidah orang Indonesia. Cuma baru beberapa pohon, sebab masih beberapa tahun,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Mustain Anshori, kepada Satukanal.com, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga :  KPK RI Wilayah VI Jatim Apresiasi Pemkab Kediri Dalam Monev MCP Tahun 2020

Dirinya juga menjelaskan, asal mula penelitian di ambil dari biji kurma pilihan dari Timur Tengah, serta beberapa jenis lain didapatkan dari pembelian online.

Disebutkan, ada 14 jenis buah pohon kurma yang menjadi penelitian tersebut. Beberapa di antaranya Kurma Ajjwa, Kurma Sukari, Kurma Dullah, Kurma Mesir, Kurma Batari, Kurma Madinah, Kurma Degled Nour, Kurma Ruzaed, Kurma Lhalas, Kurma Kalifornia, Kurma Mejeul, Kurma Lulu, Kurma Mabrom Madinah, dan Kurma Mabrom Art.

Baca Juga :  Puluhan Disabilitas Mengikuti Pelatihan Aksesoris Dinsos Kabupaten Kediri

“Diantara beberapa macam jenis, kurma Degled Nour tumbuh lebih cepat,” terangnya.

Hingga saat ini, ia mengembangkan di tiga wilayah kecamatan. Yakni Kecamatan Gurah, Plosoklaten, dan Wates. Dan selanjutnya akan mengembangkan lebih banyak hingga layak produksi.

Dalam hal ini, ia memperkirakan nanti pada tahun 2022, akan siap untuk waktu panen, serta dilakukan penjualan bibit ke masyarakat umum.

“Ini masih panen bebrapa pohon, belum banyak. Biasanya kan pohon kurma terkenal dari Timur Tengah, harapannya nanti akan memunculkan jenis kurma asli dari Kabupaten Kediri,” tutupnya.

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redkasi Satukanal

Kanal Terkait