Pengadaan Alat Penunjang Diagnostik, RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar Gunakan Anggaran DBHCHT - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pengadaan Alat Penunjang Diagnostik, RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar Gunakan Anggaran DBHCHT
Dr Herya Putra Dharma Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD Mardiwaluyo Blitar (Foto: Gilang Bahtiar/ Satukanal.com)
ADV

Pengadaan Alat Penunjang Diagnostik, RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar Gunakan Anggaran DBHCHT

Satukanal.com, Blitar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pengadaan alat-alat penunjang diagnostik.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar, Dr Herya Putra Dharma Saat dijumpai Satukanal.com di ruangannya, Senin (22/11/2021).

“Alat penunjang diagnostik itu utamanya untuk penanganan pandemi. Tidak hanya pandemi juga sebetulnya, tapi pada saat kita butuhkan pada saat kondisi pandemi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ingin Terhindar dari Covid-19? Ikuti Langkah-langkah Berikut Ini!

Dikatakan Herya, alat-alat penunjang diagnostik yang dilakukan pengadaan itu diantaranya Mobile X Ray untuk kasus Covid-19 dan Ceiling X Ray atau foto rontgen yang ditempatkan secara permanen.

Diakuinya, alokasi DBHCHT tahun anggaran 2021 sengaja untuk pengadaan dua alat kesehatan tersebut, karena alat penunjang diagnostik itu merupakan prioritas di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Untuk nilai pagu DBHCHT tahun anggaran 2021, sambung Herya, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar menerima alokasi anggaran senilai Rp 2.050.000.000,-.

Baca Juga :  Naik Pesawat Kini Bisa Pakai Tes Antigen

Sebelum pandemi Covid-19, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar juga juga telah menerima alokasi DBHCHT berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dua tahun yang lalu. DBHCHT itu difungsikan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk pelayanan kesehatan dalam hal dampak rokok.

“Harapannya dana yang bersumber dari DBHCHT tetap dianggarkan, karena rumah sakit masih tetap berkembang untuk menguatkan sarana dan prasarana kesehatan, seperti anggaran yang bersumber DBHCHT masih sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (ADV/KMF)

 

Pewarta : Gilang Bahtiar
Editor : Adinda

Kanal Terkait