Penerapan e-Retribusi Berhasil, Capaian Target Retribusi Pasar di Kota Malang Terlampaui | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA KOTA MALANG

Penerapan e-Retribusi Berhasil, Capaian Target Retribusi Pasar di Kota Malang Terlampaui

Keseriusan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang menerapkan e-retribusi untuk menekan kebocoran karcis membuahkan hasil positif. Terobosan program mesin gesek atau electronic data capture (EDC) e-retribusi di pasar-pasar tradisional berimbas pada meningkatnya retribusi yang dihimpun.

Lewat program tersebut, capaian retribusi pasar tradisional di Kota Malang telah melampaui target yang ditetapkan di tahun 2019 ini senilai Rp 5,7 miliar. Hingga pertengahan bulan Desember 2019 ini, capaian itu sudah tercatat 102 persen yang masuk dalam khas daerah.

“Kita sudah 102 persen, targetnya kan Rp 5,7 miliar. Sehingga nanti kemungkinan hingga akhir tahun 2019 bisa kurang lebih mencapai 103 persen,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto.

Tak dipungkiri, hasil capaian target tersebut salah satunya memang melalui penerapan program EDC di pasar-pasar tradisional Kota Malang. Salah satu faktornya, keterlibatan para pedagang dalam membayar retribusi dianggap sudah tertib.

“Salah satunya seperti itu (penerapan EDC), jadi kepercayaan unsur pedagang. Kemudian kita juga adakan intensifikasi dan ekstensifikasi agar pedagang yang bandel-bandel membayar sesuai dengan tempat yang dimiliki,” imbuhnya.

Sebab, selama ini para pedagang bandel masih ditemui di area pasar. Ia mencontohkan, seperti pedagang yang memiliki 5-6 tempat, namun hanya membayar sewa retribusi 2 sampai 3 tempat saja.

Hal itu rupanya ketidakpahaman dari para pedagang yang merasa jika tempat tidak dipakai berjualan maka tidak ada kewajiban membayar sewa.

Namun, dengan identifikasi yang dilakukan petugas dari Dinas Perdagangan Kota Malang perilaku pedagang itu sudah bisa diminimalkan. Meskipun, di beberapa pasar masih ada yang meminta keringanan.

“Setelah kami identifikasi, ternyata dampaknya luar biasa. Ada yang punya 8 tempat awalnya cuma bayar 2 sekarang sudah 6 yang dibayar. Sisanya masih meminta tenggang waktu. Temuan itu ada di beberapa pasar, seperti Pasar Klojen, Pasar Besar dan di Pasar Bunul juga ada,” tandasnya.

Kanal Terkait