Pemudik Nekat, Jatim Bakal Terapkan Karantina Biaya Mandiri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemudik Nekat, Jatim Bakal Terapkan Karantina Biaya Mandiri
BERITA HIGHLIGHT

Pemudik Nekat, Jatim Bakal Terapkan Karantina Biaya Mandiri

SATUKANAL.com, JAWA TIMUR– Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan bakal memperketat aturan larangan mudik dengan meminta pemudik untuk putar balik maupun melakukan karantina dengan biaya mandiri.

Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim menyampaikan dalam  rapat persiapan Operasi Ketupat Semeru 2021, dipastikan petugas  gabungan akan melakukan penyekatan  di tujuh titik perbatasan Jatim dengan Jateng dan Bali.

“Ada 7 titik penyekatan utama di Jatim yang berbatasan antara Ngawi dengan Sragen, Banyuwangi dengan Bali, Magetan dengan Karanganyar, Tuban dengan Rembang. Jadi ada titik-titik yang memang kita lakukan penyekatan secara detail,” ungkapnya, Rabu (21/04/2021).

Khofifah menjelaskan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 9 tahun 2021 terdapat klausul untuk dilakukan di titik penyekatan yakni bagi pemudik yang nekad dan sudah terlanjur berada di kampung halaman bakal dikarantina selama 5 x 24 jam dengan biaya sendiri dan berlaku di semua wilayah.

Baca Juga :  ODGJ Juga Akan Dapatkan Vaksinasi Covid-19

Selain itu, bagi pemudik yang didapati berusaha masuk di perbatasan juga akan diminta putar balik. “Ada proses putar baik ke daerah asal, bukan daerah tujuan supaya mereka menghindari hal yang tidak diinginkan karena saat ini penyebaran Covid-19 belum selesai,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat Jatim yang sedang merantau pun untuk bersabar dengan tidak mudik. Apalagi sekitar 48,3 persen lansia potensial tertular Covid-19 padahal  tujuan utamanya dari berkunjung adalah untuk silahturahmi. “Maka  dari itu, kita menyanyangi keluarga kita. Mereka (lansia) harus mendapat perlindungan oleh kita semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Ramadhan 2021, Daging Ayam Kembali Sumbang Inflasi Terbesar

Diketahui, pemerintah telah menetapkan larangan pergerakan orang ke daerah atau mudik pada saat perayaan Lebaran 2021. Aturan larangan itu akan mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Hal tersebut juga didukung dengan pernyataan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito yang mengatakan bahwa semua pihak harus belajar dari pengalaman yang menunjukkan lonjakan kasus akibat mobilitas yang tinggi pada masa liburan panjang.

Sebelumnya, pada  libur Idul Fitri tahun lalu terjadi lonjakan hingga 600 kasus tiap hari. Begitu halnya ketika libur panjang Hari Kemerdekaan tahun lalu terjadi lonjakan hingga 1.100 kasus per hari.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait