Pemkot Pasuruan Pasang EWS, Antisipasi Air Sungai yang Meluap - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
air sungai
BPBD Kota Pasuruan mengerahkan personil untuk memantau debit air dan melakukan assessment di titik-titik rawan banjir (Foto: Dokumentasi Pemkot Pasuruan)
BERITA Kanal Straight

Pemkot Pasuruan Pasang EWS, Antisipasi Air Sungai yang Meluap

Satukanal.com, Pasuruan – Pada Minggu (2/1/2022), air sungai petung tepatnya di Jembatan Buk Wedi dan Jalan Raya Ir. Juanda, Kota Pasuruan meluap. Meluapnya air sungai tersebut disebabkan adanya intensitas curah hujan tinggi yang berlangsung selama 5 jam di Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Muhammad Murtadlo mengatakan, curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan 6 titik di Kecamatan Bugulkidul terendam banjir dengan rata-rata ketinggian mencapai 30 cm.

“Akibatnya, 6 titik di Kecamatan Bugulkidul terendam banjir dengan rata-rata ketinggian mencapai 30 cm,” terangnya, Selasa (04/01/2022) dilansir dari Pemerintah Kota Pasuruan.

Baca Juga :  Selain di Sekolah, Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan juga melayani Vaksinasi Anak Usia 6-11 tahun

Pihak BPBD Kota Pasuruan juga turut mengerahkan personil untuk memantau debit air dan melakukan assessment di titik-titik rawan banjir agar kebutuhan masyarakat yang terdampak segera terpenuhi.

Diketahui, Pemkot Pasuruan melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Pasuruan menginisiasi adanya early warning system (EWS) sebagai antisipasi terjadinya banjir yang sudah terpasang sejak akhir Desember 2021 lalu.

Kepala Bidang Layanan Pemerintah Berbasis Elektronik (eGov) Tatarini Wulandari mengungkapkan pihaknya sudah mulai uji coba di awal Januari 2022.

EWS banjir tersebut tersebar di 3 titik sungai yang berpotensi besar meluap saat intensitas hujan tinggi, ketiganya adalah sungai welang, petung dan sungai gembong.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Pemkot Pasuruan Siapkan Pengamanan serta Larang Kegiatan Berpotensi Kerumunan

“Sudah selesai pemasangannya akhir Desember lalu, awal Januari ini kita uji coba. Jadi ada penyesuaian lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, EWS merupakan sebuh solusi dalam mengantisipasi datangnya banjir, dengan adanya sistem pemantauan dini banjir, dampak yang ditimbulkan dapat diantisipasi.

Sistem peringatan tersebut terbagi menjadi 2 tahap, yakni:

  • Warna kuning menandakan debit air mulai naik,
  • Warna merah dengan suara alarm peringatan menunjukkan debit air mencapai kisaran yang sudah diukur.

 

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait