Pemkot Pantau Kesiapan Gereja Di Malang Jelang Perayaan Natal - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemkot Pantau Kesiapan Gereja Di Malang Jelang Perayaan Natal
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pemkot Pantau Kesiapan Gereja Di Malang Jelang Perayaan Natal

SATUKANAL.com, MALANG– Wali Kota Malang dan sejumlah jajaran Forkopimda memantau kesiapan gereja dalam menyambut natal 2020. Pemantauan yang dilaksanakan pada selasa (22/12/2020) itu tidak hanya ditujukan untuk gereja jemaat kristen tetapi juga umat katolik.

Pengecekan dan pemantauan yang dilakukan Sutiaji bersama jajarannya meliputi lima titik yaitu Pos Pengamanan di Jalan Raya Balearjosari, Gereja Santo Albertus, Gereja Hati Kudus, Gereja Katedral Ijen dan Pos Pengamanan di pintu tol keluar Madyopuro.

Sutiaji menyampaikan bahwa pantauan yang dilakukan tersebut utamanya terkait dengan protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang sudah disiapkan gereja. Ia juga menyebutkan jika salah satu contoh gereja yang menerapkan prokes yaitu Gereja Ijen.

Gereja Ijen sendiri mempunyai kapasitas lebih dari 1000 jemaat. Namun berdasarkan SE, Gereja Ijen hanya boleh menerima 190 jemaat. Sedangkan untuk gereja kecil hanya diperkenankan menerima 25 persen jemaat dari kapasitas yyang tersedia.

“Dan memang patuh dan taat pada SE (Surat Edaran Nomor 32 Tahun 2020) yang kami berikan,” kata Sutiaji di Gereja Ijen, Kota Malang.

Baca Juga :  Sebagai Garda Terdepan Dalam Pemberitaan, Pemkab Malang Libatkan Wartawan Saat Vaksinasi Prioritas Kedua

Berdasarkan pantauan Sutiaji, rata-rata pintu masuk gereja telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19. Mereka telah menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pemeriksaan suhu dan sebagainya.

“Kalau hari ini di sini (Gereja Ijen) malah sudah didaftar online pakai barcode. Jadi orang-orang yang mau ke sini sudah dikunci selain yang terdaftar itu,” ungkap Sutiaji.

Menurut Sutiaji, pihaknya tidak akan segan mengambil sikap apabila menemukan gereja yang tak prokes covid-19. Ia mengambil sikap tersebut untuk seluruh perayaan kegiatan masyarakat lainnya termasuk perayaan natal.

“Ketika tidak ada ketaatan, maka perlakuan negara dan hukum akan tetap sama untuk semua kalangan,” tegasnya.

Selain aspek Covid-19, Sutiaji juga berharap, keamanan jemaat dalam melaksanakan ibadahnya dapat terjamin. Ia meminta para romo dan uskup agar sama-sama menjaga keamanan. Tidak hanya keamanan dari Covid-19 tapi juga dari gangguan oknum-oknum tertentu.

Baca Juga :  45 Seniman Kota Malang Tuangkan Keresahannya Saat Pandemi Melalui 'Kaleidoskop Art Exhibition'

“Kehadiran kami di sini meyakinkan dan memberikan jaminan kepada jemaat bahwa kami sepenuhnya total akan menjaga keamanan dari para jemaat yang lagi melaksanakan ibadah. Siapapun tidak boleh menganggu kepada saudara kita yang sedang menjalankan ibadah,” kata Sutiaji.

Sementara itu, Kombespol Leonard Simarmata selaku Kapolresta Malang Kota (Makota) menyatakan telah menyiapkan sejumlah komponen pengamanan untuk perayaan natal 2020. Menurutnya, terorisme juga merupakan ancaman yang paling diwaspadai selama perayaan natal di gereja.

Untuk itu, Ia meminta keterlibatan pengamanan swakarsa yang dimiliki masing-masing tempat peribadatan. “Untuk membantu kita dan (memastikan) ini umatnya atau bukan,” jelasnya.

Tak lupa ia juga menyampaikan bahwa nantinya, para petugas juga akan emmberikan pengamanan dari mulai pintu masuk gereja. Beberapa diantaranya menggunakan metal detector dan mirror detector untuk melihat area bawah kendaraan.

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait