Pemkot Mojokerto Percepat Pengerjaan Rumah Bantuan BRS Swadaya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
PemKot Mojokerto Percepat Pengerjaan Rumah Bantuan BRS Swadaya
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pemkot Mojokerto Percepat Pengerjaan Rumah Bantuan BRS Swadaya

SATUKANAL.com, MOJOKERTO –  Pengerjaan ratusan tempat tinggal warga yang menerima Bantuan Program Bedah Rumah swadaya (BRS) tahun 2020 di Kota Mojokerto dipercepat pengerjaannya oleh Pemerintah Kota Mojokerto.

Bantuan Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) merupakan bantuan bedah rumah dari Kementerian PUPR melalui Pemerintah daerah yang difokuskan untuk membantu warga tidak mampu dalam merenovasi rumah mereka agar layak huni. Besar anggaran pembiayaan bedah rumah untuk masing-masing penerima senilai Rp 17,5 juta. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau yang biasa disebut dengan program bedah rumah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) tahun ini, menyasar dua kecamatan yaitu Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Magersari. Bantuan ini diberikan kepada 52 orang di Kelurahan Kranggan, 20 orang di Kelurahan Sentanan dan 28 orang di Kelurahan Balongsari.

Baca Juga :  Apresiasi Pendonor Darah Sebanyak 75 Kali, PMI Beri Penghargaan

Ika Puspitasari selaku Walikota Mojokerto juga menjelaskan bahwa kegiatan sidak dilakukan ke lokasi penerima bantuan terbanyak yaitu berada di Kelurahan Kranggan. Kunjungan ini juga dilakukan guna memastikan pembangunan program bedah rumah rampung sesuai target.

“Kami ingin melihat Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) lantaran sebentar lagi musim penghujan dan pengerjaannya dapat terhambat. Apalagi, waktunya sudah mepet sehingga saya memastikan apakah keluhan dari masyarakat,” ungkap Ning Ita selaku Wali Kota Mojokerto. Selasa (27/10/2020)

Dalam kesempatan kunjungannya, Ning Ita meninjau 4 rumah penerima BRS yaitu rumah milik Kusnul amalah, Mashudi, Olivia dan Nur farida. Ning Ita juga menjelaskan bahwa terdapat tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang akan mengarahkan terkait pengalokasian bantuan dari anggaran tersebut. “Jadi Insyaallah semua bisa dipastikan sesuai dengan juknis karena ada TFL yang memang sudah mendapatkan pelatihan dan pemahaman terkait Juknis tersebut.” Lanjut Ning Ita

Baca Juga :  Walikota Mojokerto Terpapar Covid-19, Begini Pesan Beliau

Ika Puspitasari juga menyebutkan bahwa kuota bantuan bedah rumah tahun ini memang jumlahnya menurun setengahnya jika dibandingkan pada tahap pertama. Hal ini dikarenakan adanya pendemi sehingga mengakibatkan penurunan yang cukup banyak.

“Tahap pertama ada 200 bedah rumah namun tahun ini lantaran kondisi pandemi sehingga kita turunkan dan Insyaallah tahun depan akan kita tingkatkan,” Ungkapnya menambahi.

Namun, Pemkot Mojokerto memastikan akan berupaya untuk menambah jumlah bantuan bedah rumah untuk membantu warga miskin sehingga mereka menempati rumah secara layak.

Nur farida sebagai salah satu penerima BRS menyampaikan terimakasihnya kepada Ning Ita selaku Walikota Mojokerto serta Pemerintah Kota Mojokerto. “Alhamdulillah kami tinggal nambah saja untuk merenovasinya,” Ujarnya.Nur farida juga mengaku bahwa proses pengajuan bantuan juga mudah dan selama pembangunan juga mendapat pendamping yang mengarahkan pemanfaatan dana dan rencana pembangunan rumahnya.

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait