Pemkot Malang Siapkan Lumbung Data Bagi Isoman - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Minimalisir Kasus Kematian, Dinkes Kota Malang Imbau Pasien Isoman Aktif Lapor Puskesmas
Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Straight

Pemkot Malang Siapkan Lumbung Data Bagi Isoman

Satukanal.com, Malang – Sebagai salah satu bentuk kendali bagi peningkatan kasus kematian akibat positif covid-19 terutama pada warga yang menjalani isolas mandiri (isoman), Pemerintah Kota Malang bakal menyiapkan lumbung data untuk pasien isoman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan saat ini masih banyak pasien terkonfirmasi positif yang melakukan tes mandiri dan tidak melaporkan pada Satgas setempat.

“Ini masih kita kumpulkan data warga Isoman yang dari Rt. Makanya, nanti ada semacam lumbung data di tingkat kelurahan,” jelasnya.

Kedepanya Petugas di kelurahan akan bertugas untuk mengkoordinir data yang telah dikumpulkan dari tingkat Rw. Yang mana, Rw mendapat data itu dari laporan Rt.

“Nah, itu nanti yang akan disandingkan dengan data yang sudah ada di Dinkes. Jadi, ditambah dengan pasien yang dirawat di Rumah Sakit (RS) atau yang di isolasi terpusat (Isoter),” terangnya.

Baca Juga :  HERBI Feed, Inovasi Mahasiswa Fapet UB Atasi Tingginya Harga Pakan

Sejauh ini, data yang dipegang oleh Dinkes Kota Malang adalah para pasien Covid-19, dan yang menjalani perawatan di RS rujukan. Sedangkan untuk Isoman hanya berstatus terdaftar saja.

“Sedangkan Isoman yang belum terdaftar, kami tidak ada datanya berapa. Maka kalau Isoman tak terdaftar terus meninggal, kita tidak bisa memasukkan jumlah kasus meninggalnya, karena sebelumnya belum terdaftar. Ibarat teman-teman belum masuk SMA, tapi kok sudah dapat ijazah. Oleh karena itu, kami inisiasi lumbung data tersebut,” papar mantan Dirut RSUD Kota Malang itu.

Jika susah terdata semua, lanjutnya, maka ini akan memudahkan pemantauan oleh tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas terhadap Isoman. Sehingga, progres kemajuan klinis para isoman pun juga termonitor dengan apik.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Kabupaten Malang Mulai Sasar Pesntren dan Rumah Ibadah

“Kalau sudah begitu, kekhawatiran kita bersama akan teratasi. Selama ini kan yang kita takutkan kalau pasien tersebut isoman dan tidak lapor, kemudian drop kondisi klinisnya,” terangnya.

Terlebih, ketika saturasi oksigen pasien Isoman sudah di bawah 95, disarankan dr Husnul untuk segera inden ke RS rujukan. “Saturasi oksigen sudah di bawah 95, kami sampaikan ke teman-teman untuk laporkan dulu inden RS. Karena belum tentu begitu lapor ke RS dapat bed, mengingat IGD penuh. Tapi kalau 94 sudah inden, masih ada range waktu untuk menunggu bed kosong,” paparnya.

 

 

 

  1. Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait