SATUKANAL.COM
Kayutangan Heritage
Gegap Gempita Rencana Kayutangan Heritage di Malang Batal?
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Gegap Gempita Rencana Kayutangan Heritage di Malang Batal?

SATUKANAL, MALANG – Wacana pembangunan kawasan wisata sejarah Kayutangan Heritage sempat begitu gegap gempita. Rencana penutupan jalan hingga anggaran ratusan miliar diumumkan pada publik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Sayangnya, meski sudah heboh di depan, hingga saat ini belum ada tindak lanjut konkret atas realisasi Kayutangan Heritage. Bahkan, ada kemungkinan pembangunan Braga-nya Malang itu diundur.

Pembenahan kawasan Kayutangan Heritage nampaknya tak akan digarap dalam waktu dekat. Pemkot Malang berencana menggeser pagu anggaran untuk program lain.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) yang sebelumnya diajukan untuk pembenahan kawasan kompleks wisata heritage itu akan dialihkan untuk pembangunan Mal Pelayanan Publik di Alun-Alun Mal.

Sutiaji menyampaikan, sebelumnya Pemerintah Kota Malang telah mengajukan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk proses pembangunan Mal Pelayanan Publik.

Namun, anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya telah disepakati sesuai dengan pembenahan fasilitas di luar Mal Layanan Publik.

Sehingga, anggaran yang telah disiapkan Pemprov Jatim tidak diperkenankan untuk pembenahan Mal Pelayanan Publik. Anggara itu harus dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas publik sesuai dengan pengajuan awal.

Itu sebabnya, untuk memenuhi kebutuhan Mal Layanan Publik dimanfaatkan dana CSR.

“Kan ada CSR dari Bank Jatim yang rencananya untuk Kayutangan. Itu nanti akan kami minta dialihkan ke Mal Pelayanan Publik. Kami akan segera susun proposalnya,” kata Sutiaji.

Dengan dimanfaatkannya dana CSR dari Bank Jatim, maka pembangunan kawasan heritage akan memanfaatkan perubahan anggaran keuangan (PAK) 2020.

“Untuk Kayutangan nanti bisa menggunakan PAK. Jadi bantuan lampu di Kayutangan dari CSR Bank Jatim bisa dialihkan untuk Mal Pelayanan Publik,” jelas pria berkacamata itu.

Seperti diberitakan, Kawasan Kayutangan Heritage telah dilaunching pada akhir Agustus 2019 silam. Sutiaji mengukuhkan kawasan yang merupakan pusat perdagangan pada era Hindia Belanda itu menjadi Ibu Kota Heritage Malang Raya.

Saat itu, Sutiaji menyebut bahwa dalam upaya pengembangan Kayutangan Heritage pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Rencananya, akan ada pelebaran trotoar di sepanjang Jalan Basuki Rachmad dan ditargetkan rampung pada 2020 ini. Di kawasan tersebut, arus lalu lintas sempat akan dijadikan satu arah untuk memudahkan pergerakan wisatawan.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait