Pemkot Malang Genjot Sertifikasi Ribuan Aset - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Wlikota Malang Sutiaji (Foto: Chosa/Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Pemkot Malang Genjot Sertifikasi Ribuan Aset

Satukanal.com, Malang – Pemerintah Kota Malang akan segera melakukan sertifikasi aset-asetnya. Dari total 7.181 aset yang belum tersertifikasi akhir tahun ini Pemkot menarget 1.000 berkas selesai.

Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan saat ini sertifikasi yang masih dalam proses sebanyak 711.

“Total yang kami kebut itu di tahun 2021 ada lebih dari 1.000. Walaupun target kita 2.500-an, mudah mudahan itu terpenuhi,” jelas Sutiaji.

Dalam kesempatan itu Sutiaji juga menuturkan, Kota Malang masuk dalam pujian oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait capaian tersebut.

Bahkan bumi Arema masuk kategori terbesar setelah Kota Surabaya. Kemudian disusul Probolinggo dan Mojokerto.

Dia menambahkan, capaian tersebut bukanlah sebuah inovasi. Namun, melatih teman-teman dinas terkait tentang pendampingan, dengan adanya tim khusus.

“Tim khusus sudah, makanya kemarin yang daftar terbanyak Surabaya Malang. Surabaya 1.000 sekian, kita sudah 700 sekian,” imbuhnya

Soal kendala macetnya sertifikasi, dia menyebutkan masalah surat menyurat kerap kali menjadi kendala utama. Selain banyaknya bidang tanah yang terpecah-pecah hanya 40 sampai 50 meter persegi. Juga ditambah proses birokrasi mengecek, mulai dari tingkat kelurahan hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kalau tidak salah, satu berkas itu sampai delapan kali tanda tangan BKAD, macam-macamlah. Seperti proses ini harus kita lewati. Memang administrasi, tentu harus ada penertiban-penertiban administrasi,” terangnya.

Tidak hanya itu saja. Pemkot Malang juga pernah menemui kasus dimana pihaknya menang di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), namun belum ditindak lanjuti. Dia mencontohkan, ada aset di daerah Dieng bisa dieksekusi, namun yang bersangkutan telah meninggal bertahun-tahun.

“Ini sebenanrnya gampang, kita terbitkan pencabutan. Karena disana rumah dinas itu. Ketika izin pemakaian termasuk IB penggunaan itu ketika diperlukan oleh daerah ya dicabut,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait