SATUKANAL.COM
Pemkot Malang
Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pemkot Malang Gelontor Anggaran Rp 37,2 Miliar untuk Atasi Corona

SATUKANAL, MALANG – Pemkot Malang tak main-main dalam menanggulangi sebaran virus Corona atau Covid-19.

Bertambahnya satu pasien positif Covid-19, menjadikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang semakin meningkatkan kewaspadaan.

Antisipasi pencegahan terus digalakkan untuk menekan angka penyebaran virus yang muncul pertama kali terjadi di Wuhan China sejak Desember 2019 lalu.

Wali Kota Malang Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto menyatakan, pasien yang dinyatakan positif secara khusus sudah masuk kategori PDP (pasien dalam pengawasan). Pun demikan, hal ini juga menjadikan angka ODP (orang dalam pantauan) bertambah.

“Artinya, kita harus semakin waspada, dan diperlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama kita semua. Karena untuk memutus mata rantai sebaran corona ini ya menghindari kontak secara langsung, melakukan social distancing, melakukan pekerjaan atau aktivitas di rumah, dan untuk sementara waktu diupayakan tidak bepergian ke luar kota bila memang tidak urgent,” ujarnya, Kamis (26/3).

Di sisi lain, Pemkot Malang juga telah mengeluarkan kebijakan pembatasan jam operasional untuk semua aktivitas usaha hingga pukul 20.00.

Hal tersebut, disadari bakal berdampak pada perekonomian pengusaha.

Namun, untuk mengatasi hal itu langkah intervensi juga dilakukan.

Yakni, dengan memangkas atau mengalihkan beberapa anggaran kegiatan di lingkup Pemkot Malang untuk dipergunakan sebagai penanganan Covid-19.

Termasuk pemangkasan anggaran perjalanan dinas bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) pemkot Malang.

Tak tanggung-tanggung, alokasi dana yang disiapkan tersebut mencapai angka sekitar Rp 37,2 Miliar.

“Untuk itu semua telah terproyeksi total anggaran sekitar Rp 37, 2 Miliar. Di dalamnya sudah termasuk angka alokasi pada Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 2,150 M, ” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Covid-19, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menyatakan penambahan anggaran berkaitan dengan penanganan Covid-19 diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial.

Terkhusus, bagi warga Kota Malang yang terdampak seperti PKL, penyandang disabilitas, maupun warga miskin.

Anggaran ini juga dialokasikan, lanjutnya, sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kasus Cobid-19 di Kota Malang yang berkaitan langsung dengan kapasitas rumah sakit rujukan.

“RSUD akan kita siapkan untuk jadi rumah sakit rujukan, selain 4 yang sudah ditetapkan yakni RSSA, RST, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk rencana itu dialokasikan sekitar Rp 15 Miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, rincian anggaran lainnya, yakni sebesar Rp 2,150 Miliar diambilkan dari Belanja Tidak Terduga.

Kemudian, Rp 9,9 Miliar dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk keperluan penyedian alat kesehatan.

Yakni, mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan, pengadaan bilik disinfektan SICO (Sikat Corona), dan bahan disinfektan.

Hal lainnya, secara khusus untuk injeksi sosial kepada warga terdampak, dialokasikan sebesar Rp 10,260 Miliar.

“Kita tidak tahu sampai kapan badai (Covid-19) ini berlalu, semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan-kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi. Dan terus akan kami libatkan dan ajak bersama DPRD Kota Malang (Pimpinan Dewan), Kejaksaan (Kajari) maupun Polresta Kota Malang (Kapolresta),” tandasnya.

Bahkan, untuk mengatasi virus mematikan ini Pemkot Malang menggeser sejumlah mega proyek untuk pendanaan mengatasi Covid-19.

Editor : Heryanto

Kanal Terkait