SATUKANAL.COM
BERITA

Pemkot Malang Gagas Program One Kelurahan One Hafidz

Geliat pendidikan agama juga menjadi fokus bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hak itu didasari potensi Kota Malang yang sudah memiliki wadah pengajaran agama bagi anak-anak melalui taman pendidikan Quran (TPQ).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, program One Kelurahan One Hafidz (penghafal Alquran) bakal diseriusi dengan Kementerian Agama RI. Ia menilai, potensi tersebut sudah terlihat di berbagai wilayah di Kota Malang.

“Kita memiliki potensi karena hampir di setiap surau, langgar, musala dan masjid-masjid telah memiliki dan membuka taman pendidikan Quran (TPQ). Itu yang harus dikuatkan. Kami akan menyeriusi program ini,” ujar dia saat membuka Pelatihan Metode Tahfidz untuk Balita dan Anak-Anak di Ballroom Hotel Trio Indah 2 Malang, Jumat (20/9).

Pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan, seorang anak ibarat tumbuhan. Untuk bisa tumbuh subur dan lebat, maka harus dirawat. Begitu pun anak-anak. Nangan sampai orang tua menjadi penghambat anak dalam mencintai agama Islam.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Namun, hal itu tetap harus diimbangi dengan pendidikan karakter sejak dini. Sebab, pembentukan perilaku anak tak lepas dari dorongan dan upaya baik dari guru dan orang tua dalam mendidik anaknya.

“Bingkai mereka (anak-anak) dengan Alquran. Namun perlu saya pesankan, dogma yes, tapi yang utama mampu membumikan sehingga menjadi perilaku yang baik,” imbuh Sutiaji.

Menurut Sutiaji, sarana kegiatan pelatihan metode tahfidz yang diinisiasi Rumah Tahfidz Balita dan Anak (Rubata) Indonesia harus terus didorong. Tujuannya agar seorang anak bisa mengimplementasikan masa depannya sesuai dengan ajaran Islam yang kaffah. “Metodelogi penghafalan Alquran harus terus didorong karena ini yang mengantarkan Islam yang kaffah,” tandasnya.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sementara itu, pembina Yayasan Rutaba Indonesia Alwi Hidayat menyatakan metode yang digunakan dalam pelatihan hafidz ini dengan metode tabarok. Yakni metode yang dirumuskan dari pola yang diterapkan dr Kameel Al Laboody dari Mesir -tak lain ayah dari Tabarok dan Yazid- dalam mengajarkan buah hatinya menghafal Quran.

Pelatihan dengan cara tersebut dinilai lebih efektif dan mudah diterapkan bagi anak-anak untuk menghafal Alquran. “Metode tabarok ini untuk mempercepat anak naik level hafalan. Di mana terbagi menjadi 3 level. Level 1 untuk jus 30, level 2 untuk jus 29 dan 28, level 3 mulai jus 1-2. Kami berharap guru yang mendampingi ini juga busa menyebarkan ke daerah masing-masing untuk memberikan ilmu ini kepada anak didiknya,” ungkapnya.

Kanal Terkait