Pemkab Mojokerto Resmikan TPA dan Bentuk TRC : Melihat Sampah dari Sisi Positif | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemkab Resmikan TPA dan Bentuk TRC : Melihat Sampah dari Sisi Positif
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pemkab Mojokerto Resmikan TPA dan Bentuk TRC : Melihat Sampah dari Sisi Positif

SATUKANAL. com, MOJOKERTO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto meresmikan TPA Edukasi Karangdiyeng Kecamatan Kutorejo, serta launching Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Lingkungan Hidup. Peresmian tersebut dilakukan oleh Pungkasiadi selaku Bupati Mojokerto.

Pada tahun 2020, pencapaian kinerja pengelolaan sampah Kabupaten Mojokerto adalah 30,73 persen. Angka ini masih jauh dari target Jakstrada sebesar 98 persen. Apalagi sebelum TPA Karangdiyeng diresmikan, hanya terdapat satu TPA saja di Kabupaten Mojokerto yakni TPA di Desa Belahan Tengah. TPA tersebut pun, kini sudah tak lagi mampu menampung banyaknya produksi sampah.

“TPA Karangdiyeng dibangun sejak 2020, bertujuan untuk meningkatkan daya tampung pengelolaan sampah. Sebab, TPA kita di Belahan Tengah sudah overload per November 2020 lalu. TRC juga dibentuk dan launching hari ini, bertugas untuk menangani sampah liar dan membantu keadaan emergency pohon tumbang di Kota Mojosari,” papar Didik selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Didik Chusnul Yakin pada sambutannya memaparkan bahwa, beberapa fasilitas dan sarana TPA Karangdiyeng seluas 4,2 hektar. Didik Juga menyebutkan bahwa TPA ini didesain untuk menampung sampah sebanyak 50 ton per hari, dengan masa pakai kurang lebih 3,14 tahun. Kemudian dalam sistem pengelolaan menggunakan controlled landfill dengan dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain pagar gapura, jalan operasi, kantor, gudang bank sampah induk, garasi, Taman Kehati dan Edukasi, IPAL, zona aktif, buffer zone, area pengomposan, timbangan dan pos jaga.

Baca Juga :  Didik Chusnul Yakin Sah Dilantik Sebagai Pejabat Sekda Kabupaten Mojokerto

Dalam kegiatan peresmian ini, Bupati Mojokerto Pungkasiadi membagikan pandangannya terkait penanganan sampah yang harus berubah. Hal ini bertujuan agar sampah tidak selalu dipersepsi sebagai sesuatu yang kotor saja. Dirinya mengajak semua untuk lebih berpandangan terbuka, dengan melihat sampah dari sisi lebih positif. Misalnya sebagai sarana edukasi dan rekreasi.

“TPA Karangdiyeng juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Mari melihat sampah dari sisi lebih positif. Dari TPA ini, kita bisa belajar banyak, serta menggugah kesadaran bersama agar lebih bijak dalam mengelola sampah kita.” tutur Bupati Mojokerto.

Baca Juga :  Monev Pemkot Mojokerto : Rumah Sakit Non Rujukan Covid-19, Diminta Untuk Menambah Kamar Bagi Pasien Covid-19

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk upaya nyata Pemerintah Kabupaten Mojokerto, untuk melaksanakan amanat dari Pemerintah Pusat terkait pengelolaan sampah dalam mencapai target Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) sebagaimana tercantum dalam Perbup Mojokerto Nomor 78 tahun 2018.

Bupati Pungkasiadi turut menyarankan agar pengelolaan TPA Karangdiyeng, dikelola lebih maksimal dengan bersinergi dengan pihak-pihak terkait. “Saya harap dapat bersinergi, ya. Misalnya dengan program pertanian, KRPL, peternakan, koperasi juga UMKM. Mudah-mudahan dapat terbentuk circular economy, agar semua bisa hidup sejahtera,” tandas bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi.

Kegiatan seremonial ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada sopir teladan, para pemenang Lomba Desa Berseri pada Peringatan Hari Bumi, pemberian apresiasi untuk empat Sekolah Adiwiyata Provinsi, pemakaian rompi pada TRC DLH, penyerahan kunci kendaraan operasional, serta penandatanganan prasasti peresmian.

 

 

Pewarta: Yuni Shavera
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait