Pemkab Jombang Vaksinasi Anak Tetap Jalan, Meski Ada Dua Kasus Meninggal - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Vaksinasi Anak di Jombang (Anggit Puji/satukanal)
BERITA Kanal Straight

Pemkab Jombang Vaksinasi Anak Tetap Jalan, Meski Ada Dua Kasus Meninggal

Satukanal.com, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang akan terus menggelar vaksinasi untuk anak dibawah umur meski ada 2 kasus meninggal usai mendapatkan suntikan dosis vaksin.

Kepala Dinkes Jombang, drg. Budi Nugroho mengatakan, vaksinasi tetap digelar dengan alasan untuk menekan penyebaran covid di Kabupaten Jombang. 

“Vaksinasi anak tetap dilakukan. Vaksinasi itu sangat penting,” ujar Budi, Rabu (5/1/2022). 

Guna mengantisipasi hal serupa, pihaknya akan menekankan edukasi kepada orang tua wali murid. “Edukasi akan ditingkatkan ke masyarakat,” katanya. 

Tujuan dari edukasi ini nantinya, agar masyarakat dapat merespon cepat jika ada beberapa kasus yang sama seperti sebelumnya. 

Untuk diketahui, vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Jombang sendiri ditarget selesai pada bulan Januari ini. Hal tersebut dilakukan agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh bisa segera direalisasikan. 

Baca Juga :  Satu Lagi, Anak di Jombang Meninggal Usai Divaksin

Vaksinasi anak usia 6-11 di Jombang sudah dimulai sejak Kamis (16/12/2021). 

Pada informasi sebelumnya, dua anak meninggal usai menjalani vaksinasi yakni Naura. ia diketahui mengikuti vaksinasi Covid 19 Sinovac yang digelar di SDN Catakgayam 1 pada Rabu (22/12/2021) pagi. Namun berbeda dengan Bayu. Naura masih sehat pada divaksin dan masih masuk sekolah. 

Lalu pada hari Jumat (24/12/2021) bocah 9 tahun tersebut mulai sakit. Naura mengalami muntah-muntah dan muncul ruam-ruam di tubuhnya. Alhasil, Naura lalu dilarikan ke RSUD Jombang. 

Namun, apalah daya, beberapa hari dirawat nyawa Naura tidak tertolong. Pada Jumat (31/12/2021) bocah tersebut meninggal dunia. 

Sebelum kasus Naura, anak bernama Muhammad Bayu Setiawan lebih dulu mencuat, karena meninggal dunia tak sampai 24 jam usai divaksin. Dari kejadian itu Dinkes Kabupaten Jombang mulai melakukan investigasi. 

Baca Juga :  Mau Poligami, Berikut Persyaratannya

Kemudian pada Kamis (30/12/2021), Komnas KIPI dan Komda KIPI meminta untuk bisa mengaudit kasus tersebut. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Jombang, Haryo Purwono, menyebut pihaknya pun sudah mulai mencari data terkait kasus tersebut. 

Berdasarkan hasil investigasi, Komnas KIPI menyimpulkan anak tersebut meninggal dalam perjalanan dan tidak ada cukup data yang bisa mengaitkan kematian ini sebagai akibat dari vaksin Covid-19 jenis pfizer. 

Adapun mengenai faktor muntah yang dialami MBS, Haryo mengaku tidak tahu persis penyebabnya. Pasalnya, Dinkes tidak mempunyai data yang cukup mengenai hal tersebut. Apalagi Bayu juga tidak mempunyai riwayat penyakit berat sebelumnya.

 

 

Pewarta: Anggit Puji 
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait