Pemerintah Blokir Telegram, Kemenkominfo : Terdapat 55 Kanal Pembuatan Bom Di Dalamnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Teguh Arifiyadi Direktorat Keamanan Informasi Kemenkominfo (Aris)
BERITA

Pemerintah Blokir Telegram, Kemenkominfo : Terdapat 55 Kanal Pembuatan Bom Di Dalamnya

Satuchannel.com, Kota Malang – Terkait pemblokiran situs dan penggunaan aplikasi tertentu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menekankan ini demi kepentingan keutuhan negara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Subdit Penyidikan dan Pemidanaan Direktorat Keamanan Informasi Kemenkominfo, Teguh Arifiyadi dalam diskusi publik membedah media sosial Internet dsn UU ITE, di Ngalup.co pada Senin (24/7).

Menurutnya mengapa pemerintah saat ini cukup aktif melakukan pemblokiran karena memang dirasa konten yang terkandung di dalamnya mengancam keutuhan dan keamanan Indonesia.

“Telegram kita blokir karena di dalamnya ada 55 kanal yang memuat cara pembuatan bom, beserta target – target pejabat siapa saja yang akan diincar, dan penyebaran gerakan radikalisme.” tutur pria yang juga sebagai staf ahli kasus Rizieq Shihab ini.

Ia menambahkan sebelum diblokir kita susah pantau dalam waktu yang lama dan dilakukan pemanggilan kepada pemiliknya selama 6 kali.

“Jadi kalau boleh dikatakan, kami tidak asal blokir. Yang membahayakan keamanan negara saja dilakukan pemblokiran. Kalau yang terkait konten sosial politik tidak bisa.” tambah Teguh.

Hingga Juli 2017 ini pemerintah sebenarnya juga telah memblokir situs sejumlah 777.939 diantaranya terdiri dari situs radikalisme dan pembuatan bom, pornografi, penipuan online, dan penjualan obat palsu. (Aris)

Kanal Terkait