Pemeran Zahra Jadi Sorotan Publik, Bagaimana Nasib Sinetron Suara Hati Istri? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemeran Zahra Jadi Sorotan Publik, Bagaimana Nasib Sinetron Suara Hati Istri?
Sinetron Suara Hati Istri Zahra (Ilustrasi: Bayu/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Viral

Pemeran Zahra Jadi Sorotan Publik, Bagaimana Nasib Sinetron Suara Hati Istri?

Satukanal.com, Nasional – Sinetron Suara Hati Istri Zahra menjadi sorotan publik dua hari terakhir ini. Ramainya tayangan oleh salah satu televisi swasta ini lantaran, pemeran Zahra sebagai istri ketiga dari karakter “Pak Tirta” masih berusia 15 tahun.

Tak hanya itu, publik juga menyoroti sejumlah adegan dalam sinetron tersebut yang dinilai tak pantas bagi pemeran yang masih berusia 15 tahun. Alur cerita dari sinetron ini juga tak luput menjadi perhatian, karena dianggap memperbolehkan pernikahan usia anak.

Sejumlah pihak pun melaporkan kasus ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Twitter @KPI_Pusat pun ramai diserbu netizen atas berbagai macam keluhan warganet terkait sinetron suara hati istri zahra.

Salah satunya kicauan dari netizen yang menyebut bahwa televisi swasta tersebut harus berhenti menyiarkan sinetron Zahra. “Indosiar must STOP airing that zahra zahra series, imagine that series is watched by thusands of teenagers in Indonesia and they think that it is OKAY having a boyfriend or partner with adults” tulis akun @baksosapi13.


Ada pula kicauan twitter dari warganet yang menyebut bahwa sinetron Suara hati Istri Zahra kurang mendidik. “For real sinetron gak mendidik kayak zahra zahra type of shit must be stopped BTS dateng ke indo KPI gak terima terus sinetron zahra di indosiar jalan teros….,” tulisnya.

Baca Juga :  Dirlantas Bakal Susun Prosedur Tilang Untuk Pesepeda Nakal

Komentar KPI

Terkait polemik yang terjadi, Ketua Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio meminta semua lembaga penyiaran tidak mempromosikan pernikahan dini dalam setiap programnya. Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan aturan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, batas minimum seorang warga negara Indonesia untuk menikah adalah 19 tahun.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa KPI sudah meminta stasiun televisi Indosiar untuk melakukan evaluasi dan mengganti peran perempuan yang masih berusia 15 tahun tersebut. Pihak Indosiar pun juga berjanji untuk menempatkan aktris atau aktor di atas usia 18 tahun sebagai peran yang sudah menikah.

“Kami meminta kepada pihak Indosiar untuk segera berbenah yang paling mudah adalah mengganti peran perempuan itu yang secara riil kan 15 tahun dan ini kan episodenya masih panjang, kan masih permulaan, jadi masih bisa ya mengubah alur cerita atau bagaimana begitu,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah, menelaskan bahwa sinetron apa pun harus dihentikan bila ada muatan eksploitasi anak dalam cerita. Menurutnya, perlindungan anak sangat penting dilakukan.

Apapun sinetronnya, tidak hanya Suara Hati Istri ya, kalau mengeksploitasi anak, men-discreditkan anak, bullying anak, saya pastikan dihentikan bila ada muatan eksploitasi anak dalam cerita.

“Apapun sinetronnya, tidak hanya Suara Hati Istri ya, kalau mengeksploitasi anak, men-discredit-kan anak, bullying anak, saya pastikan akan mendapatkan sanksi dari KPI,” kata Nuning dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (03/06/2021).

Baca Juga :  Tilang Sistem Poin Bakal Diterapkan, Apa saja Daftar Pelanggarannya?

Penetapan sanksi

Sedangkan jika dikaitkan dengan sanksi yang bisa didapatkan pihak stasiun televisi tersebut, Wakil ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo, menerangkan bahwa harus ada rapat pleno dulu untuk menetapkan sanksi.

“Kalau soal sanksi, kan kami harus mempelajari materi tayang, terutama itu. Kedua, kami juga harus memutuskan soal sanksi dan tidaknya itu dalam rapat pleno, dan kami harus bisa menetapkan bahwa pelanggaran itu ada di dalam pasal P3 (Pedoman Perilaku Penyiaran) dan SPS (Standar Program Siaran),” ujar Mulyo Hadi Purnomo.

Berbicara mengenai aturan penggunaan Talent di Bawah umur, ia menjelaskan bahwa Belum terdapat detail pada Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) maupun Standar Program Siaran (SPS) terkait penggunaan artis di bawah umur dalam sebuah sinetron.

Kasus sinetron Suara Hati Istri Zahra ini, sebut Mulyo, dapat menjadi pembelajaran. “Belum ada pengaturan yang spsifik memang,” ucapnya.

Mulyo juga menyebutkan, pihaknya dalam hal ini KPI, tidak melakukan sensor. Ia menambahkan rumah produksi (production house)-lah yang berhak melakukan sensor atas tayangan tersebut.

“Urusan sensor ada pada production house, ada pada SPS, ada pada quality control-nya, lembaga penyiaran yang bersangkutan, KPI kan tidak masuk pada ranah dapur produksi,” ujar Mulyo.

 

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait