Pembunuhan di Hotel Lotus, Tertangkap Melalui Penyisiran Ojek Online - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pembunuhan di Hotel Lotus, Tertangkap Melalui Penyisiran Ojek Online
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pembunuhan di Hotel Lotus, Tertangkap Melalui Penyisiran Ojek Online

SATUKANAL.com, KEDIRI– Polresta Kediri berhasil menangkap pelaku kasus pembunuhan gadis di hotel Lotus Kota Kediri, Minggu (28/2) lalu. Satu pelaku ditetapkan sebagai tersangka bernama Refi Purnomo (23), wiraswasta asal Tuban, berdomisili di Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Penangkapan dilakukan melalui penyisiran jejak kendaraan ojek online yang digunakan, Kamis (4/3), jam 16.30 sore. “Kronologi analisa dari olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), pelaku datang dengan ojek online. Itu, kita bisa melihat penelusuran darimana. Dan berhasil ditangkap jam 16.30 di wilayah Kabupaten Kediri,” kata Kepala Polres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, saat konferensi pers, Jumat 5 Maret 2021.

Baca Juga :  Pandemi Tak Kunjung Usai, Penjualan Buku di Kediri Lesu

Dia juga mengungkapkan, melalui penyelidikan barang bukti (BB), termasuk tersangka berusaha melarikan diri dari kejaran petugas kepolisian, sehingga melakukan tindakan tegas terukur yakni timah panas di kaki sebelah kiri tersangka. “Kemarin saat pengembangan menggunakan BB, pelaku berusaha kabur melarikan diri. Lalu petugas melakukan tindakan tegas dan terukur,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Resort dan Kriminal (Kasatreskrim) AKP Verawati Thaib mengungkapkan, sebelum penyelidikan barang bukti. Pihaknya melakukan pendalaman analisa CCTV di bagian Kediri Utara, serta penyisiran kendaraan ojek online, yang digunakan pelaku Honda Vario, berwarna putih kombinasi merah tahun 2020.

Baca Juga :  Manajemen Persik Angkat Bicara Soal 'Sasaji' Yang Diucapkan Getuk

Dengan penyisiran tersebut, akhirnya terungkap pelaku korban pembunuhan, dengan barang bukti berupa bantal tidur, pisau dapur, kain lap, helm, celana, jaket, tas, sepatu, masker, dan handphone. Modus pelaku ini masuk pengembangan jaringan prostitusi online.

Disebutkan pelaku terpaksa melakukan pembunuhan dikarenakan kekurangan saat transaksi. “Kita akan kembangkan, karena ini menjadi modus banyak dari Bandung. Untuk penetapan tersangka, melalui barang bukti sudah cukup,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait