Pembongkaran Paksa Merjosari, Ketua DPRD : Pemkot Arogan! | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Pembongkaran Paksa Merjosari, Ketua DPRD : Pemkot Arogan!

Satuchannel.com, Kota Malang – Menanggapi adanya pembongkaran paksa Pasar Merjosari dan laporan adanya intimidasi yang dialami oleh pedagang, Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono menuduh Pemerintah Kota (Pemkot) bertindak arogan, Kamis (4/5). Hal itu ia sampaikan dalam kunjungannya ke Pasar Merjosari yang dilakukan sore hari ini. Menurutnya, semua prasyarat yang sesuai tertera di Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebenarnya belum sepenuhnya dipenuhi.

Dirinya mengurai seperti LSF, AMDAL LALIN, harga lapak, penataan, yang belum diselesaikan. Melihat itu dirinya menyatakan wajar bila terdapat pedagang yang menginginkan untuk bertahan. Tetapi, dirinya menyayangkan terkait apa yang telah dilakukan oleh Pemkot kepada para pedagang yang bertahan itu dengan melakukan sejumlah tindak intimidasi.

“Masalah kelengkapan yang belum itu dipenuhi dulu lah. Kami hanya melihat secara nurani saja ya, ada yang laporan yang memaksa untuk dibongkar, disepaki (red: ditendangi), sampai ada yang menjerit. Ini asas kebenaran dan kemanusianya mana, sebagai pejabat kan kita harus melindungi masyarakat,” tukasnya.

Menurutnya dalam penyelesaian masalah ini Pemkot Malang, Dinas Perdagangan, tak perlu arogan dalam menanggapinya. Arief meminta persolan itu harus sesuai dengan kesepakatan dulu pada tahap pertemuan. Ia meminta agar dinas bersabar dan menahan diri sesuai dengan aturan main yang diupayakan.

“Tidak manusiawi lah ini pedagang dibeginikan. Mana mata Pak Wali yang visinya dulu peduli wong cilik. Kalau kehujanan pedagang mau jualan bagaiamana coba, dengan tenda-tenda terpal seperti itu, kena hujan terus busuk dagangnya dan mereka rugi, mana upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Arif juga menuduh Pemkot telah melanggar hasil kesepatakan dari pertemua pihak-pihak terkait yang meminta agar Pasar Merjosari tidak dibongkar dulu sebelum tuntutan kelayakan PTD dapat terpenuhi

“Kemarin bilang tidak ada pembongkaran, saya telpon Pak Wahyu katanya juga tidak ada pembongkaran. Tapi kenyataanya ada. Jangan dibenturkan seperti ini DPRD dengan pedagang,” tuturnya

Selain itu, politisi dari Partai PDI-P berharap, jika penyelesaian masalah ini dapat dilakukan bertahap dan secara manusiawi. Proses mekanismenya perpindahannya harus bagus, tidak saling menyakiti. Adapun dalam menyelesaikan masalah ini, ras kemanusiaan yang harus ditumbuhkan bersama-sama.

“Jangan diintimidasi pedagang, jangan ditakut – takuti. Tugas polisi dan tentara hanya mengamankan,” pungkasnya. (Iqb)

Kanal Terkait