Pemberlakuan PPKM di Kota Surabaya, Pemkot Terjunkan Partisipasi Berbagai Dinas | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemberlakuan PPKM di Kota Surabaya, Pemkot Terjunkan Partisipasi Berbagai Dinas
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pemberlakuan PPKM di Kota Surabaya, Pemkot Terjunkan Partisipasi Berbagai Dinas

Satukanal.com, Surabaya Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemberlakuan PPKM tersebut akan berlangsung pada hari ini, Senin (11/01/2021).

Irvan Widyanto selaku Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan agar, seluruh masyarakat Kota Surabaya diminta untuk tidak terlalu cemas akan berlakunya kebijakan PPKM tersebut.

Irvan Widyanto menyampaikan bahwa kebijakan PPKM tersebut tidak jauh berbeda dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 67 tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 yang sudah berlaku di Kota Surabaya.

Kebijakan PPKM ini nantinya akan mambatasi jam operasional bagi para pelaku usaha seperti rumah makan/restoran, pusat perbelanjaan/mall serta seluruh cafe, angkringan dan warung kopi (warkop) dan sejenisnya yang ada di wilayah Kota Surabaya.

Jam operasional bagi para pelaku usaha nantinya akan dibatasi hingga pukul 10.00 WIB. “Berikutnya untuk kapasitas seperti restoran, cafe, angkringan dan warung kopi (warkop) dan sejenisnya hanya 25 persen” Ujar Irvan.

Baca Juga :  PPKM Kabupaten Malang, Wali Santri Pondok Pesantren Dilarang Berkunjung

Pada pemberlakuan PPKM yang dimulai tanggal 11 Januari 2021 ini, wilayah cek poin tidak menutup kemungkinan akan diaktifkan kembali. Namun, kebijakan diaktifkannya kembali cek poin tersebut masih tengah dibahas pada rapat koordinasi dengan satgas Covid-19 Kota Surabaya bersama dengan jajaran TNI dan Kepolisian.

Irvan menghimbau para masyarakat Kota Surabaya ketika PPKM tengah diberlakukan, sebisa mungkin untuk membeli makanan melalui online atau take away. Masyarakat yang membeli makanan diluar, diharapkan untuk makan makanannya dirumah masing-masing, sehingga kualitas kebersihan makanan tetap terjaga dan tidak ada aktivitas membuka masker diluar rumah.

Irvan juga memastikan agar para pemilik usaha melalui satgasnya harus berani tegas untuk menolak ketika ada pengunjung yang datang untuk makan di lokasi apabila telah melebihi kapasitas yang telah ditentukan yakni, 25 persen.

Baca Juga :  Pertahankan Zona Oranye, Dukung Program PPKM Menuju Mojokerto Bangkit

“Selama PPKM ini berlangsung mohon meja kursinya mohon untuk di kurangi. Ketika tidak melakukan itu, maka pelaku usaha yang akan terkena sanksi,” Ujarnya.

Untuk memaksimalkan pemberlakuan PPKM ini, Kepala Kepala BPB Linmas ini pun akan menerjunkan petugas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki banyak personel di lingkungan pemkot, sehingga nangtinya tidak hanya pihak dari Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan saja.

“Dipora, DKRTH, Dinas PU Bina Marga maupun Cipta Karya. Mereka nanti yang membantu kita untuk melaksanakan PPKM demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” urainya.

Pada PPKM yang dimulai pada hari ini Irvan berpesan agar, seluruh warga Kota Surabaya benar-benar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Apabila tidak terlalu penting maka warga benar-benar diminta untuk tetap di rumah saja, Kecuali bekerja atau hal yang urgent,” Ujarnya.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait