Pembayaran THR Molor? Pekerja Bisa Lapor ke Posko Aduan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pembayaran THR Molor? Pekerja Bisa Lapor ke Posko Aduan
BERITA HIGHLIGHT

Pembayaran THR Molor? Pekerja Bisa Lapor ke Posko Aduan

Satukanal.com, Surabaya – Memastikan pembayaran THR tepat waktu kepada para pekerja, Pembentukan satgas hingga posko aduan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya.

Sebelumnya, melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan, waktu pembayaran THR telah ditentukan. Menaker meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

“Sesuai SE tersebut, tanggal pembayaran (THR) sudah ditentukan. Sepekan sebelum lebaran,” ujar Plt Kepala Disnaker Surabaya Achmad Zaini.

Jika pada prakteknya masih ditamui pengusaha yang belum membayar, maka Pemkot Surabaya menyiapkan dua hal. Pertama dengan membentuk satgas. Kedua, dengan menyiapkan posko aduan bagi para pekerja yang belum menerima THR.

Baca Juga :  Bangun Dinding Rumah, Bocah SD Manfaatkan 450 kg Limbah Plastik Jadi Ecobrick

“Sebagai upaya Pemkot dalam jemput bola bagi buruh yang mungkin belum mendapat THR hingga batas waktu yang ditentukan. Silakan melapor kepada kami,” jelasnya.

Setelah aduan dari pekerja masuk, maka Dinasker akan menjembatani buruh bertemu dengan para pengusaha. “Kami akan membantu mencari solusinya,” ungkapnya.

Sementara itu, adanya SE Menaker tentang waktu pembayaran THR, pihaknya telah menemui asosiasi pengusaha dan serikat buruh. Masing-masing pihak sepakat untuk menjalankan regulasi yang telah ditentukan.

“Kami optimistis tidak macet. Masing-masing pihak juga tahu bahwa ekonomi kita juga terpengaruh masa pandemi,” ujarnya.

Selain itu, para serikat buruh juga optimistis pembayaran THR bisa dilakukan tepat waktu. Hal tersebut didasarkan atas kondisi perekonomian saat ini yang mulai membaik.

“Sesuai dengan SE Menteri. Kami akan kawal penuh. Tahun lalu, kami masih memberikan toleransi THR bisa dibayar setengah,” jelas Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Surabaya, Dendy Prayitno.

Baca Juga :  Rekrut Penyandang Disabilitas Jadi Pegawai, Pemkot Surabaya : Honor setara UMK Surabaya

Pada tahun lalu, berdasarkan evaluasi ada 15 perusahaan yang mengajukan kelonggaran pembayaran THR di Surabaya. Dari yang seharusnya dibayar sebelum Ramadan, menjadi dibayarkan pada akhir tahun. THR belum bisa dibayarkan karena perusahaan kesulitan keuangan. Ini diakibatkan masa pandemi virus Covid-19.

Sebagai informasi, Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Sehingga, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait