SATUKANAL.COM
Pembangunan Bandara di Kediri
Foto : Ilustrasi Bandara (foto:okezone)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pembangunan Bandara di Kediri Masih Menuai Kritikan Warga Sekitar

SATUKANAL, KEDIRI – Pembangunan Bandara Udara di Kabupaten Kediri masih menuai kritikan dari masyarakat setempat.

Pembangunan bandara yang sempat diresmikan oleh beberapa Menteri Republik Indonesia tersebut dinilai beberapa warga belum memenuhi beberapa unsur.

Seperti yang diutarakan oleh Soni Sumarsono, selaku warga setempat sekaligus ketua dari lembaga Garda Depan Penegak Demokrasi (Gada Paksi).

Ia menyebut, telah melayangkan surat yang diserahterimakan kepada wakil rakyat (DPRD) Kabupaten Kediri untuk dilakukannya hearing atau rapat dengar pendapat yang mempertemukan pihak terkait baik eksekutif, legislatif maupun PT Gudang Garam selaku pembangun untuk diperolehnya informasi yang jelas.

Dalam hearing tersebut, Soni mengaku ingin menanyakan segala bentuk tentang pembangunan bandara di Kediri.

“Pertama kami ingin tanyakan soal kajian dari pembangunan bandara ini seperti apa, sudah dilakukan belum, karena daerah terdampak tersebut adalah lahan pertanian produktif. Kedua soal perizinannya seperti apa, sudah dilalui belum, hingga menyangkut analisa dampak lingkungan,” katanya.

Baca Juga :  Penggali Pasir di Kediri Temukan Struktur Batu-bata Kuno Hingga Terowongan

“Jadi jangan sampai nantinya timbul masalah dikemudian hari. Kami berharap, semua harus dilalui sesuai dengan aturan yang ada tentu dengan mengedepankan unsur keterbukaan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Soni mengaku juga akan memperjuangkan hak-hak dari warga setempat yang seharusnya menjadi prioritas utama, termasuk menyangkut ketenagakerjaan.

Karena menurutnya, sejauh ini warga setempat nyatanya hanya sebagai penonton saja.

“Kami juga akan kejar soal kejelasan ketenagakerjaannya. Kami meminta setidaknya 70 persen pekerja dari warga sekitar sedangkan 30 persen dari luar daerah”.

“Karena saat ini, nyatanya hanya segelintir warga terdampak yang bisa bekerja disana. Itupun hanya sebagai satpam, office boy hingga menjadi pengatur jalan raya (Pak Ogah) selama masa pembangunan dilakukan. Dan semuanya jelas dikuasai warga luar daerah termasuk tenaga kerja asing,” bebernya.

Baca Juga :  Nama Walikota Kediri Dicatut Dalam Percobaan Penipuan Berkedok

Padahal menurut Soni, banyak warga setempat yang berpotensi lebih dari sekadar itu.

Lebih lanjut, Soni berharap, agar pelayangan surat yang telah diajukan itu segera mendapat respon dan benar-benar dapat menghadirkan seluruh pihak-pihak terkait dari pembangunan bandara Kediri ini.

“Semoga segera mendapat jawaban, dan banyak hal yang ingin kita tahu dari masing-masing pihak terkait untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang selama ini menjadi misteri di masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Bandar Udara di Kabuaten Kediri telah dimulai pada 15 April 2020. Peletakan Batu Pertama dilakukan langsung oleh beberapa menteri dan dilakukan secara Daring.

    Kanal Terkait